0
Thumbs Up
Thumbs Down

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

Republika Online
Republika Online - Fri, 05 Aug 2022 14:44
Dilihat: 57
Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendukung langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memeriksa 25 polisi terkait ketidakprofesionalan dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo. Mereka yang diperiksa dari level jenderal sampai bintara.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memuji langkah Kapolri yang lebih tegas dalam menyikapi kasus kematian Brigadir J. Ia bahkan mensinyalir ke-25 polisi yang diperiksa itu berpotensi dipidanakan.

"Nah setelah konpers Kapolri, maka menjadi terang lah bahwa ada indikasi sangat kuat upaya pengaburan fakta dan fakta serta TKP sehingga 25 orang mendapatkan pemeriksaan dan tindakan internal, bahkan dimungkinkan masuk ke ranah pidana (obstruction of justice)," kata Taufan kepada Republika, Jumat (5/8/2022).

Taufan meyakini tindakan Kapolri itu sejalan dengan temuan sementara lembaganya. Salah satunya mengenai keanehan penanganan TKP meninggalnya Brigadir J.

"Ya misalnya kami kan sudah mempersoalkan soal CCTV di TKP yang katanya tidak berfungsi dengan alasan yang membingungkan. Yang satu bilang rusak karena petir, sementara keterangan lain mengatakan rusak sejak lama," ucap Taufan.

Keanehan mengenai kamera pengawas atau CCTV di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo memang menjadi perhatian Komnas HAM. Sebab hal itu menghadirkan tanda tanya di benak Komnas HAM.

"Misinformasi itu menimbulkan pertanyaan bagi kami sebagai penyelidik dan pengawas apa sesungguhnya yang terjadi, apakah ada kesengajaan atau tidak di dalam rusak atau tidak berfungsinya CCTV di TKP," ujar Taufan.

Selanjutnya, Taufan menegaskan lembaganya terus melakukan penyelidikan dan pengawasan agar kasus ini bisa terang benderang. Komnas HAM juga ingin memastikan aspek HAM yakni hak atas akses keadilan bagi keluarga Brigadir J.

"Bagi semua pihak, itu mesti ditandai asas fair trial yang memastikan proses hukum ini transparan, akuntabel, jujur untuk mendapatkan keadilan," tegas Taufan.

Diketahui, Kapolri menyatakan terhadap 25 personel itu telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Di samping itu, juga akan diproses secara pidana apabila dari pemeriksaan yang berlangsung terdapat tindak pidananya.

Ke-25 personel yang diperiksa terdiri dari tiga personel perwira tinggi (pati), lima personel berpangkat kombes polisi, tiga personel berpangkat AKBP, dua personel berpangkat kompol, tujuh personel perwira pertama (pama), serta lima personel bintara dan tamtama.


Berita Terkait
  • Komnas HAM Dalami Senjata yang Tewaskan Brigadir J kepada Puslabfor Polri
  • Komnas HAM Buka Peluang Periksa 25 Polisi tak Profesional Tangani Kasus Ferdy Sambo
  • Kabareskrim: Ke-25 Personel Polri tak Profesional Tangani Kasus Kematian Brigadir J
Berita Lainnya
  • Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM
  • Jokowi Sindir Dulu BBM Naik 10 Persen, Demo Tiga Bulan

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

Soal Kapolri Periksa 25 Polisi dalam Kasus Brigadir J, Ini Kata Komnas HAM

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya