0
Thumbs Up
Thumbs Down

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

Republika Online
Republika Online - Tue, 26 May 2020 06:43
Dilihat: 37
Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto menyesalkan penempatan kembali terpidana korupsi mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ke Rutan Pondok Bambu. Sebab, rutan tersebut dinyatakan sebagai rutan zona merah Pandemi Covid-19.

Menurut Didik, meskipun status Siti sebagai terpidana korupsi terhalang oleh PP 99/2012 ntuk mendapatkan Remisi, Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat, harusnya pejabat bisa bijak untuk memberikan perlindungan kemanusiaan dan kesehatan.

"Tidak harus dengan previlige melanggar PP 99/2012, tapi pemerintah bisa memberikan kebijakan di tempat lain yang jauh dari potensi terjangkit Covid-19, dan sementara waktu tidak mengembalikan ke Rutan Pondok Bambu yang sedang dinyatakan Red Zone," kata Didik dalam rilis yang diterima Republika, Selasa (26/5).

Terlebih, usia Siti Fadilah sudah berada di atas umur 70 tahun. Dengan demikian, Siti dianggap sangat rentan terpapar Covid-19. Didik mengingatkan, Siti Fadilah memiliki rekam jejak dan pengalaman profesional yang bermanfaat bagi Indonesia.

Menurut dia, meskipun Siti Fadilah saat ini berstatus warga binaan, namun negara, pemerintah, pemimpin negara dan pejabat tidak boleh lupa dengan jasa-jasanya.

"Terlalu picik dan naif apabila ada pejabat yang menistakan itu. Disiplin ilmu dan pengalaman beliau tidak boleh dimatikan dan dinafikkan hanya karena statusnya. Untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa ini, seharusnya sebaliknya," ujar dia.

Didik pun mengimbau Dirjen Pemasyarakatan agar bisa melihat persoalan dengan utuh, obyektif dan dengan hati nurani, kjususnya kepada Warga Binaan lansia dan rentan terpapar Covid-19, yang saat ini tidak mendapatkan fasilitas melalui Permenkumham 10/2020.

Didik meminta pemerintah memastikan mereka aman dari potensi penularan Covid-19, pisah mereka dari lingkungan yang disinyalir terjangkit, apalagi dinyatakan zona merah. Menurut dia, meski tahanan, mereka harus ditempatkan di tempat yang aman.

"Melakukan pembiaran terhadap keselamatan nyawa warga binaan, yang nyata-nyata bisa dilakukan upaya pencegahan, bisa dikategorikan suatu kejahatan atau pelanggaran HAM," ujar politikus Partai Demokrat ini.


Berita Terkait
  • Suasana Lebaran di Masa Pandemi
  • Era 'New Normal' Perlukan Belajar Jarak Jauh?
  • Kemenko Perekonomian Terapkan Work From Office Kamis
Berita Lainnya
  • Pensiunan Dimakamkan dengan Protokol Covid, Keluarga Protes
  • Realme Rilis Jam Tangan Pintar Pertama

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

Siti Fadilah Diminta tak Ditempatkan di Rutan Pondok Bambu

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya