0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 07 Jan 2020 15:01
Dilihat: 21
Jakarta

Pengamat Politik sekaligus Aktivis 98, Irwan Suhanto, mengatakan banyak informasi dan sisi lain mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, yang tidak tidak ketahui oleh publik. Ia mencontohkan, Ari pernah membuat kebijakan yang sangat baik saat memimpin PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

"Misalnya, Ari Askhara pernah menambah cuti hamil bagi karyawan perempuannya dari tiga bulan menjadi lima bulan. Dia juga membuat kebijakan jam kerja yang lebih humanis. Tidak lupa juga dia membuat peraturan berpakaian yang lebih sopan dan adanya remunerisasi karyawan. Ini adalah kebijakan yang baik bagi karyawan," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Terancam Pidana, Ari Askhara Jadi Sasaran Kriminalisasi

Berbekal pengalaman selama memimpin beberapa instusi keuangan dan perbankan, Ari Askhara mencoba menerapkan hal tersebut di Pelindo III.

"Agar kerja efektif dan efisien, Ari Askhara menerapkan struktur yang dia bawa dari perbankan diterapkan di pelabuhan dengan merampingkan struktur organisasi struktural di lingkungan Pelindo III secara besar-besaran. Sekali lagi, kebijakan ini beliau ambil agar Pelindo profit dan menghilangkan birokrasi yang rumit," ucap Irwan.

Sebelum menjadi Direksi BUMN, Ari adalah seorang profesional di beberapa institusi keuangan/perbankan di Singapura. Lalu dia diminta pulang ke Indonesia untuk menjabat posisi Direktur Keuangan Pelindo III, merangkap Komisaris di Jasamarga Bali Tol (JBT).

Ia pun membenahi kinerja keuangan Pelindo III. Rangkap jabatan sebagai Komisaris itu yang seharusnya memberinya pendapatan ganda, tapi Ari menolaknya. Dia hanya mau menerima pendapatan dari satu sumber dalam jabatannya, sebagai Direktur Keuangan di Pelindo III. Sedangkan honorarium komisaris JBT diminta disetor ke kas Pelindo III.

Sukses melakukan restrukturisasi keuangan Pelindo III, Ari diangkat menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia. Dia melakukan refinancing utang Garuda dan berhasil sukses. Lalu diangkat menjadi Direktur SDM di Wijaya Karya. Tidak sampai satu tahun, dia kembali diangkat menjadi Direktur Utama Pelindo III.

Sebagai Dirut, dia melakukan efisiensi besar-besaran, sampai keuntungan Pelindo III yang biasanya ratusan miliar naik mendekati Rp2 triliun.

Dia melakukan pembenahan ke banyak sektor, termasuk SDM yang tidak kompeten dimutasi atau diganti. Dia juga menerapkan good corporate governance (GCG) secara efektif dan terarah ke produktivitas kerja di setiap lini perusahaan, sampai cucu perusahaan.

"Yang tidak siap, tidak akuntabel dia libas," ujarnya.

Sukses di Pelindo III, Ari Askhara diminta untuk melakukan pembenahan di tubuh Garuda Indonesia khususnya di sektor keuangan.

"Di sini dia lebih garang lagi. Banyak pengeluaran yang enggak perlu dipangkas, efisiensi, perbaikan kinerja sampai hal terkecil termasuk catering. Setiap sen dia selamatkan demi perbaikan kinerja keuangan Garuda. Barangkali banyak pejabat Garuda gerah karena kenyamanannya terganggu, ladang basahnya mengering, sehingga banyak yang tidak suka dengan Ari," sebutnya.

Sikap dan mental pekerja keras dan tegas, namun tetap mengedepankan sisi humanis tersebut terus dia bawa hingga memimpin maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia.

"Sayangnya, belum sempat bekerja secara maksimal untuk membawa Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang profit dan berskala internasional, Ari Askhara sudah diterpa serbuan politik yang sangat masif dan terstruktur demi menjatuhkannya dan menyingkirkanya. Saya melihat unsur politiknya sangat dominan dibanding masalah kinerja dalam kasus Ari Askhara ini," ucap Irwan.

Irwan menilai, jika dilihat dari sisi kinerja, Ari Askhara sangat tidak mungkin bisa disingkirkan sehingga para seterunya dan orang-orang yang berkepentingan dalam aksi yang sangat terstruktur ini memilih jalan menghabisi Ari Askhara dengan cara menyerang dari sisi personal/pribadi, misalnya masalah hobi motor gede (moge) dan isu perselingkuhan.

"Dan memakai orang-orang dalam Garuda Indonesia untuk membicarakan hal-hal negatif tentang Ari Askhara," pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Cahyo Prayogo


Foto: Istimewa

Sumber: wartaekonomi

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

Sisi Lain Ari Askhara yang Jarang Diketahui Publik, Apa Itu?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya