0
Thumbs Up
Thumbs Down

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

Republika Online
Republika Online - Sat, 11 Apr 2020 01:14
Dilihat: 53
Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Singapura pada Jumat telah menangguhkan penggunaan alat konferensi video Zoom oleh para guru. Kebijakan itu keluar setelah "insiden yang sangat serius" terjadi pada pekan pertama masa karantina nasional pandemi Covid-19 yang menyebabkan sekolah-sekolah pindah ke pembelajaran berbasis rumah.

Salah satu insiden melibatkan gambar cabul muncul di layar dan pria aneh membuat komentar cabul selama streaming pelajaran geografi dengan remaja perempuan, menurut laporan media setempat. Zoom Video Communications Inc ZM.O telah diganggu dengan masalah keamanan dan privasi terkait aplikasi konferensi yang telah mengalami lonjakan penggunaan saat kantor dan sekolah di seluruh dunia tutup untuk mencoba mengekang infeksi corona.

"Ini adalah insiden yang sangat serius. MOE (Kementerian Pendidikan) saat ini sedang menyelidiki kedua pelanggaran ini dan akan mengajukan laporan polisi jika diperlukan," kata Aaron Loh dari divisi teknologi pendidikan kementerian, tanpa merinci insiden tersebut.

Sebagai tindakan pencegahan, menurut Lon, guru akan menangguhkan penggunaan Zoom sampai masalah keamanan ini diselesaikan. Loh mengatakan bahwa mereka akan memberi saran lebih lanjut kepada guru tentang protokol keamanan, seperti mensyaratkan login yang aman dan tidak membagikan tautan pertemuan di luar siswa di kelas.

Taiwan dan Jerman telah membatasi penggunaan Zoom, sementara Google Alphabet Inc pada Rabu melarang versi desktop Zoom dari laptop perusahaan. Perusahaan juga menghadapi gugatan class action.

Kekhawatiran telah berkembang karena kurangnya enkripsi sesi pertemuan ujung-ke-ujung, perutean lalu lintas melalui China serta zoombombing, yaitu ketika tamu tak diundang dapat mengganggu rapat.

Pejabat di Berkeley High School di Kalifornia mengatakan, mereka menghentikan penggunaan aplikasi itu setelah seorang "pria dewasa telanjang menggunakan cemoohan rasial" mengganggu apa yang dikatakan sekolah sebagai sebuah pertemuan yang dilindungi kata sandi di Zoom, menurut surat kepada orang tua yang dilihat oleh Reuters.

Untuk mengatasi masalah keamanan, Zoom telah memulai rencana 90 hari untuk meningkatkan masalah privasi dan keamanan, juga telah menunjuk mantan kepala keamanan Facebook Alex Stamos sebagai penasihat. Pemerintah Singapura juga telah menggunakan alat ini untuk memfasilitasi konferensi pers media.

Berita Terkait
  • CEO Zoom Kembali Minta Maaf, Ada Apa?
  • Google Larang Karyawannya Pakai Aplikasi Zoom
  • Kemenlu Jerman Larang Penggunaan Zoom
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom Setelah Insiden Serius

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya