0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

Republika Online
Republika Online - Tue, 30 Jun 2020 04:44
Dilihat: 46
Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

JAKARTA -- Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) menyebut penggalian kapasitas calon hakim agung saat seleksi justru kurang relevan. Sebab, penggalian dilakukan dengan menguraikan pasal-pasal tertentu yang sifatnya hafalan.

"Ini memang dalam pandangan kami penting, tapi kemampuan menghafal pasal ini tidak menjamin yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk menerapkan bunyi pasal tertentu secara adil dan berkepastian hukum," ujar Ketua Mappi Muhammad Rizaldi dalam sidang pengujian UU Mahkamah Agung di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (29/6).

Menurut Rizaldi, salah satu kualitas utama yang dicari dari calon hakim agung adalah kemampuan untuk memeriksa perkara dari sisi penerapan hukum dan cara mengadili, bukan lagi mengenai fakta hukum dalam suatu perkara. Calon hakim agung, kata dia, harus memahami perbedaan antara peran hakim dalam pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding dengan peran hakim pada tingkat kasasi atau judex juris.

Terkait kompetensi, Mappi menilai hakim agung merupakan posisi yang sangat penting dan tertinggi dalam kekuasaan kehakiman. Karena itu, hakim agung harus diisi individu yang memiliki pemahaman matang terhadap tugas hakim dalam menciptakan hukum yang berkeadilan dan berkepastian hukum.

Selain aspek kompetensi, calon hakim agung disebutnya juga harus memiliki rekam jejak yang bersih, terkait upaya untuk menunjukkan calon hakim merupakan individu yang berintegritas.

Adapun, pemohon perseorangan bernama Aristides Verissimo de Sousa Mota mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Pemohon keberatan masa jabatan hakim agung tidak diperiodisasi.

Ia ingin masa jabatan hakim agung dibatasi lima tahun dan dapat dipilih kembali pada periode kedua, sehingga masa jabatan hakim agung maksimal 10 tahun, seperti presiden dan wakil presiden.


Berita Terkait
  • Sidang MK Ini Diwarnai Perdebatan Pembatasan Orang
  • Bagir Manan Ungkap Anomali Revisi UU KPK di Sidang MK
  • Ahli: Revisi UU KPK Tetap Sah Meski KPK tidak Dilibatkan
Berita Lainnya
  • 112 Tahun Lalu, Dampak Asteroid Ratakan 80 Juta Pohon
  • Satu SSK Brimob Dikerahkan Amankan Kerusuhan di Madina Sumut

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

Sidang MK, Mappi: Seleksi Calon Hakim Agung Kurang Relevan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya