0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

Rumah
Rumah - Tue, 10 Mar 2020 18:57
Dilihat: 40
Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

- Seperti yang kita tahu, Jakarta memang dikenal dengan langganan banjir. Namun, walaupun banjir tetapi harga rumah justru cenderung lebih stabil. Ternyata banyak faktor yang membuat harga rumah di Jakarta stabil.

Jakarta bahkan hingga kawasan Jabodetabek, sangat banyak wilayahnya yang kerap menjadi langganan banjir. Terakhir banjir di banyak wilayah Jabodetabek hingga kota-kota lain pada pergantian tahun 2019-2020 dan terjadi lagi pada bulan Februari 2020. Bagaimana dampak banjir untuk harga properti khususnya hunian di wilayah jakarta?

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti, umumnya di Jakarta banjir hanya berdampak sangat jangka pendek dan tidak akan sampai menurunkan harga pasarannya.

"Di Jakarta itu lahan sudah sangat terbatas dan banjir seperti menjadi bencana yang biasa dan bisa diantisipasi. Ada banyak wilayah di Jakarta yang merupakan langganan banjir, tapi apa ada masyarakat yang lantas menjadi tidak betah dan pindah rumah atau langsung menjual dan nilai rumahnya menjadi jatuh," katanya.

Jangan tergiur promosi rumah yang menarik hati, pahami properti ketika membaca brosurnya. Selengkapnya simak video berikut ini.

Salah satu contohnya wilayah Kelapa Gading yang merupakan langganan banjir namun tidak membuat nilai harganya menjadi turun. Masih banyak contoh lain wilayah-wilayah yang menjadi favorit di Jakarta padahal merupakan daerah yang kerap banjir. Kemang di Jakarta Selatan misalnya, kawasannya banyak disukai kalangan ekspatriat dan harga propertinya tidak pernah jatuh.

"Ada banyak contoh wilayah Jakarta yang langganan banjir dan harganya tetap naik. Sebut saja Pluit, Sunter, maupun Tanjung Priok di Jakarta Utara, di sana bahkan banjir nggak perlu hujan lebat atau kiriman dari Bogor, banjir terjadi karena wilayahnya lebih rendah dari permukaan laut tapi harga maupun transaksi jual-belinya tetap stabil. Akhirnya banjir jadi bencana yang risikonya bisa diukur dan bisa diantisipasi," imbuhnya.

Aldi Garibaldi, Senior Associate Capital Markets and Investment Services CII menambahkan, selain banjir ada banyak hal lain yang membuat nilai properti di Jakarta cenderung stabil. Salah satunya adalah kultur keluarga dan perkembangan populasi yang cukup besar.

"Kultur kita itu anak-anak akan selalu mencari hunian dekat orang tuanya dan orang tuanya juga maunya seperti itu. Makanya Kelapa Gading nggak turun-turun karena anak-anaknya mencari daerah situ juga. Kalau yang beranak pinak lebih rendah dari orang tuanya mungkin baru bisa harga rumahnya turun seperti kasus di Jepang yang populasinya malah berkurang dan harga propertinya menjadi turun," jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar propertidari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Sumber: Rumah

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya