0
Thumbs Up
Thumbs Down

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

okezone
okezone - Wed, 03 Jun 2020 15:06
Dilihat: 36
Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

ANKARA - Seorang pria Kurdi ditikam hingga mati oleh tiga pria Turki di Ankara, karena ia mendengarkan musik Kurdi, menurut laporan media.

Mezopotamya Agency, sebuah kantor berita Kurdi di Ankara melaporkan korban bernama Baris Cakan berusia 20. Ia diserang dan dibunuh pada Minggu, 31 Mei 2020. Keluarganya menyebut ia sedang jalan-jalan ke taman.

Tiga tersangka ditahan setelah kejadian penusukan, tambah laporan tersebut.

Sepupu Cakan, Dogan Cakan, dilaporkan juga diserang dalam insiden sebelumnya.

Namun, pernyataan dari kantor gubernur Ankara bertentangan dengan rincian insiden yang pertama kali dilaporkan.

"Insiden itu terjadi setelah korban dan teman-temannya menegur tersangka karena mendengarkan musik dengan volume keras di mobil mereka saat Azan, sebaliknya korban dan teman-temannya diganggu oleh tersangka saat mendengarkan musik Kurdi," bunyi pernyataan kantor gubernur.

Kantor gubernur mengkonfirmasi bahwa para tersangka telah ditahan dan tindakan hukum akan diambil. Tidak ada rincian lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Mengutip BBC ada permusuhan tersembunyi antara negara Turki dengan etnik Kurdi yang merupakan 15-20% dari keseluruhan populasi Turki.

Etnik Kurdi mendapat perlakuan kasar di tangan otoritas Turki selama bergenerasi. Nama dan pakaian etnik Kurdi dilarang, penggunaan bahasa Kurdi dibatasi. Bahkan keberadaan etnik Kurdi ditolak, dan mereka dipanggil dengan sebutan "orang Turki Pegunungan".

Tahun 1978, Abdullah Ocalan mendirikan PKK, yang menyerukan negara Kurdi merdeka di Turki. Enam tahun kemudian PKK memulai gerakan bersenjata, dan sejak saat itu 40.000 orang tewas dan ribuan terusir dari kediaman mereka karena konflik ini.

Tahun 1990, PKK mengubah tuntutan kemerdekaan menjadi otonomi budaya dan politik, dan meneruskan perjuangan bersenjata. Tahun 2013 kedua pihak mengadakan gencatan senjata.

Gencatan senjata ini gagal tahun 2015 sesudah sebuah bom bunuh diri menewaskan 33 orang aktivis Kurdi di Suruc, dekat perbatasan Suriah. ISIS dituduh bertanggungjawab terhadap bom itu, tetapi PKK menuduh pihak berwenang Turki membiarkannya, lalu menyerang polisi dan tentara Turki.

Pemerintah Turki lalu melancarkan serangan yang mereka sebut "perang terpadu melawan teror" menghadapi PKK dan ISIS.

Sejak itu, ribuan orang tewas dalam konflik di Turki tenggara, termasuk di antaranya ratusan orang sipil.

Agustus 2016 Turki mengirim tank ke Suriah utara untuk mendukung pemberontak Suriah melawan ISIS. Di saat yang sama mereka menghalangi pasukan Kurdi YPG dan SDF dari menguasai wilayah Jarablus, agar tak terhubung dengan wilayah Afrin yang sudah dikuasai Kurdi.

Tahun 2018, pasukan Turki dan pemberontah Suriah menyerang Afrin dan mengusir pasukan YPG dari sana.


Pemerintah Turki menyebut YPG adalah kepanjangan PKK dan menganggap mereka organisasi teroris yang harus dimusnahkan.

Sumber: okezone

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

Seorang Pria Dibunuh karena Diduga Dengarkan Musik Kurdi di Turki

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya