0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

okezone
okezone - Wed, 17 Jul 2019 16:54
Dilihat: 31
Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

Usaha menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen.

Selama semester I atau enam bulan pertama 2019, tercatat ada empat ibu dan 53 bayi di Sragen meninggal dunia. Kepala DKK Sragen, dr. Hargiyanto, mengatakan data angka kematian ibu dan bayi tersebut dihimpun pada akhir Juni 2019.

DKK berharap, angka kematian ibu dan bayi itu bisa ditekan sepanjang 2019 ini. Pada 2017 lalu, angka kematian ibu dan bayi di Sragen mencapai 11:113. Pada 2018, angka kematian ibu dan bayi naik dengan perbandingan 15:146.

"Pada 2019 ini, angka kematian ibu dan bayi kami targetkan turun dengan perbandingan 10:100," ujar Hargiyanto belum lama ini.

Penanggulangan kematian ibu dan bayi serta pengurangan angka stunting pada anak balita di bawah dua tahun, kata Hargiyanto, merupakan program prioritas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam hal ini, DKK Sragen mengajak semua pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk turut serta menanggulangi kematian ibu dan bayi serta pengurangan angka stunting pada anak di bawah usia dua tahun di Sragen.

Sebanyak 25,2 persen dari populasi anak usia di bawah dua tahun di Sragen mengalami stunting atau masalah kurang gizi kronis sejak dalam kandungan hingga setelah dilahirkan.

Hargiyanto berharap banyak kepada bantuan 7.975 kader kesehatan posyandu di 12 kelurahan dan 196 desa di 20 kecamatan wilayah Sragen. Meski diberi insentif yang tidak seberapa dari Pemkab Sragen, keberadaan 7.975 kader posyandu tersebut diharapkan mampu berperan menekan angka kematian ibu dan bayi serta angka anak penderita stunting di Sragen.


"Sebenarnya kami sudah menganggarkan dana yang tidak sedikit yakni Rp 2 miliar untuk insentif kader kesehatan ini. Karena jumlahnya cukup banyak yakni 7.975 orang, masing-masing kader kesehatan hanya dapat Rp 20.000/bulan. Untuk menaikkan insentif mereka Rp 5.000/orang saja butuh dana hampir Rp 500 juta. Itu sebabnya kami belum bisa menaikkan insentif untuk tenaga kesehatan ini," terang Hargiyanto.

Sumber: okezone

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

Sedih, 4 Ibu dan 53 Bayi di Sragen Meninggal Tahun Ini

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya