0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Republika Online
Republika Online - Fri, 14 Aug 2020 22:58
Dilihat: 51
Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

JAKARTA -- Sejumlah studi menunjukkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) dapat bertahan di permukaan benda, termasuk bahan-bahan kemasan suatu produk untuk jangka waktu tertentu, tergantung kondisi seperti suhu, kelembapan, dan jenis bahan itu sendiri. Sebelumnya, di Shenzen, China terdapat sayap ayam yang ditemukan positif terpapar virus penyebab Covid-19.

Hal ini membuat pihak berwenang di kota tersebut memperingatkan agar masyarakat berhati-hati saat membeli produk makanan impor yang dibekukan. Menurut pernyataan pejabat Shenzen, sayap ayam itu berasal dari Santa Catarina, Brasil.

Dalam insiden serupa yang dilaporkan sebelumnya di China, terdapat kemasan makanan laut beku impor dinyatakan membawa virus penyebab Covid-19. Dalam kasus saat ini, semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan produk tersebut telah dites negatif untuk virus corona jenis baru.

Di antara sampel makanan laut beku yang pernah dites positif Covid-19 adalah udang dari Ekuador. Jadi, seberapa umum kemasan makanan terkontaminasi dan bagaimana dengan makanan itu sendiri? Timbul juga pertanyaan haruskah orang-orang di seluruh dunia mengambil tindakan pencegahan tambahan?

Virus corona jenis baru dapat bertahan pada bahan kemasan untuk jangka waktu yang dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari tergantung pada suhu, kelembapan, dan jenis bahan. Di atas plastik atau kertas, virus ini dapat bertahan hingga lima hari.

Namun, kabar baiknya adalah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tertular virus dari kemasan makanan atau makanan sangat tidak mungkin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika juga percaya bahwa risiko infeksi melalui cara ini dianggap sangat rendah.

Covid-19 tentu saja mungkin menyebar dengan menyentuh benda atau permukaan makanan yang terkena virus, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata. Tapi, penularan melalui bahan makanan tidak diyakini sebagai salah satu cara utama penyebaran penyakit.

"Sampai saat ini tidak ada bukti virus yang menyebabkan penyakit pernapasan ditularkan melalui makanan atau kemasannya. Virus corona jenis baru tidak bisa berkembang biak dalam makanan, mereka membutuhkan hewan atau inang manusia untuk berkembang biak," ujar pernyataan WHO, dilansir Times Now News, Jumat (14/8).

Para ahli mengatakan, hampir dapat dipastikan bahwa produk makanan seperti itu terkontaminasi selama proses pengemasan. Secara teoretis, virus dapat bertahan hidup jika produk dibekukan.

Namun, tidak jelas apakah materi virus corona jenis baru seperti yang ditemukan di sayap ayam, memiliki kemampuan untuk menginfeksi seseorang. Ada kemungkinan bahwa tes yang dilakukan pada sampel tersebut mengambil RNA dari virus mati yang tidak mampu menyebabkan infeksi.


Berita Terkait
  • Amankah Lepas Dahaga dari Pancuran Air Minum?
  • Masker N95 Bisa Didekontaminasi dengan Rice Cooker
  • Komisioner dan Staf Bawaslu Nias Utara Positif Covid-19
Berita Lainnya
  • Syarief Hasan: Pidato Presiden Jokowi Sarat Pesan
  • Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

Sayap Ayam Beku di China Positif Covid-19, Bisa Menular?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya