0
Thumbs Up
Thumbs Down

Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

Republika Online
Republika Online - Wed, 30 Sep 2020 05:02
Dilihat: 56
Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

JAKARTA -- Tahun lalu terjadi aksi demontrasi besar-besaran di Indonesia untuk menggugat dan membatalkan agenda pembahasan Draf Undang-Undang (UU) yang cenderung merugikan rakyat. Dalam aksi tersebut beberapa aparat kepolisian menggunakan senjata dan mengakibatkan nyawa peserta demonstrasi melayang.

Korbannya adalah Immawan Randi dan Yusuf yang kehilangan nyawa setelah tertembak timah panas. Pada 26 September 2019, Immawan Randi menghembuskan nafas terakhir. Randi adalah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), peristiwa ini disebut sebagai September berdarah.

"Sebagai bentuk penghormatan kepada Immawan Randi yang telah berjuang dengan ketulusan jiwa dan raganya, IMM Sultra melakukan agenda aksi mengenang peristiwa tersebut," kata Sekretaris Jenderal DPP IMM, Robby R Karman melalui pesan tertulis kepada Republika, Selasa (29/9).

Robby mengatakan, keadilan di negeri ini harus ditegakkan dengan setegak-tegaknya. Sebab jika keadilan diabaikan, kejahatan dalam bentuk apapun akan terus tumbuh subur di mana-mana. Mengenang September berdarah merupakan aksi damai mengenang perjuangan Immawan Randi dan juga kebrutalan oknum para aparat keamanan.

"Atas nama kemanusiaan, IMM Sultra melakukan aksi mengenang peristiwa September berdarah pada 26 September 2020. Hal ini dilakukan karena perkembangan dan hukum tidak berjalan dengan maksimal," ujarnya.

Robby mengatakan, lagi-lagi IMM harus dikecewakan oleh aparat kepolisian di bawah pimpinan Kapolda Sultra. Aksi damai yang dilakukan IMM Sultra untuk mengenang korban September berdarah dibubarkan dengan tindakan yang brutal oleh aparat kepolisian.

Ia mengungkapkan, sungguh sangat disayangkan, sipil tanpa peralatan selalu dihadapkan dengan aparat bersenjata. Kemerdekaan telah runtuh di tangan oknum aparat dan anak bangsanya sendiri. Alih-alih melakukan pengamanan, mereka malah melakukan tindak brutal.

Maka DPP IMM menyampaikan sikap sebagai berikut, pertama, meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencopot Kapolda Sultra karena tidak mampu menjamin pasukan dalam melakukan pengamanan massa aksi damai memperingati September berdarah.

"Kedua, citra kepolisian sebagai pelindung masyarakat, kini menjelma menjadi militeristik, menggunakan senjata untuk menyelesaikan massa aksi. Sungguh sangat mengkhawatirkan jika demikian yang terjadi, merusak demokrasi dan HAM," ujar Robby.

Ia menegaskan, tuduhan massa aksi peringatan September berdarah sebagai gerakan makar dan melawan pemerintah adalah salah kaprah dan tidak berdasar. Sehingga sangat berlebihan jika pembubaran massa aksi menggunakan tindakan yang mengarah pada kekerasan.

Ketiga, IMM minta kepada pihak kepolisian dan pengadilan untuk mengungkap secara sungguh-sungguh kasus penembakan kepada Immawan Randi dan Yusus. Sudah satu tahun berlalu, kepastian hukum dan pelaku tidak kunjung menunjukan hasil yang memuaskan.

Robby mengatakan, jika yang demikian terus dibiarkan, citra kepolisian semakin rusak. Hukum cenderung dimainkan, hukum tidak berjalan di atas nilai dasar keadilan dan kemanusiaan. Para penegak hukum harus bertanggung jawab atas nasib hukum di Indonesia.

"Pernyataan pernyataan ini dibuat untuk mengecam tindakan aparat kepolisian yang semakin brutal dalam membubarkan massa aksi damai. Menyangsikan penegakan hukum di Indonesia oleh para penegak hukum. Menyesalkan iklim demokrasi yang semakin rusak dan mengalami kemunduran serta HAM yang terus diabaikan," kata Robby.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Napi Chai Changpan Sempat Beli Rokok Sebelum Pulang ke Rumah
    • Gelandang Anyar Liverpool Thiago Positif Covid-19

    Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

    Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

    Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

    Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

    Satu Tahun Immawan Randy Tertembak, IMM Tuntut Keadilan

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya