0
Thumbs Up
Thumbs Down

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

covesia
covesia - Thu, 12 Dec 2019 13:52
Dilihat: 93
Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

Covesia.com - Masyarakat di Jorong Polong Dua, Kenagarian Koto Alam tengah dihantui kecemasan setelah terlihat ada retakan tanah selebar 1 meter. Retakan tanah ini ditenggarai akibat aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak dan diperparah oleh intenitas hujan yang tinggi di Koto Alam.

Informasi yang dihimpun oleh Covesia.com, retakan tanah ini berada di pinggir jalan lintas Sumatera sepanjang 300 meter di jorong Batu Hampa.

Retakan ini berada di Jorong Batu Hampa, tepat diatas jorong Polong Dua. Lebih 300 jiwa di jorong Polong Dua sekarang tengah dihantui longsoran tanah dari Jorong Batu Hampa.

"Ini sekarang di Polong Dua tinggal menunggu tanah yang roboh saja di Jorong Batu Hampa. Retakannya sudah selebar satu meter. Kami yang di Jorong Polong Dua, tinggal menunggu ditimbun oleh longsoran di atas," sebut Ilham Uwo salah seorang warga Jorong Polong Dua kepada Covesia.com, Kamis (12/12/2019).

Disebutkannya, retakan tanah diatas desanya ini belum ada tiga tahun yang lalu. Namun semenjak adanya aktivitas pertambangan batu andesit di Koto Alam, mulai terlihat adanya retakan-retakan tanah. Bahkan rumah-rumah warga juga mulai retak-retak.

"Orang yang menambang itu pakai dinamit. Tidak jauh dari sini, hanya berkisar satu kilometer. Jadi retakan semakin besar di saat musim hujan seperti ini. Dulu tidak ada retakan, sejak adanya aktivitas penambangan batu andesit di Koto Alam ini, mulai terlihat retakan-retakan tanah di Koto Alam. Diperparah lagi lebarnya sudah satu meter dan air sudah mengalir di sana," katanya.

Sedangkan di Jorong Simpang Tiga, Kenagarian Koto Alam terjadi retakan tanah yang merusak enam unit rumah. Retakan ini membuat seluruh penghuni rumah tidak bisa lagi menghuni rumah tersebut dan memilih untuk mengungsi ke rumah sanak family.

Salah pemilik rumah, Uwan menyebutkan sejak hujan yang tinggi beberapa hari terakhir terjadi gerakan tanah di rumahnya. Alhasil dinding dan pondasi rumah menjadi retak. Rumahnya tidak bisa lagi dihuni karena takut jika sewaktu-waktu bisa roboh.

"Rumah saya tidak jauh dari lokasi longsor Selasa (10/12/2019) kemarin. Ada gerakan tanah dan rumah saya sudah rusak. Termasuk lima rumah tetangga saya," jelas Uwan.

Uwan juga mengakui retakan tanah ini muncul akibat adanya aktivitas pertambangan di Koto Alam. Namun, semakin lebar disaat curah hujan semakin tinggi di Koto Alam beberapa hari terakhir.

"Retakan tanah didepan rumah saya dimulai sejak ada aktivitas tambang batu menggunakan dinamit. Jadi semakin parah kalau hujan datang. Sekarang enam rumah rusak dan seluruh pemiliknya memilih untuk mengungsi," ujarnya.

Sementara itu Wali Nagari Koto Alam, Abdul Malik membenarkan adanya pergerakan tanah di Koto Alam akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terahir. Dilaporkan ada enam buah rumah yang rusak.

"Memang ada enam buah rumah yang rusak. Itu akibat curah hujan yang tinggi di Koto Alam dan membuat tanah bergerak," ujar Abdul Malik.


(agg)

Sumber: covesia

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

Satu Jorong Terancam Longsor di Koto Alam Limapuluh Kota

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya