0
Thumbs Up
Thumbs Down

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

Republika Online
Republika Online - Thu, 20 Jun 2019 07:52
Dilihat: 31
Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

JAKARTA -- Saksi yang dihadirkan kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku pernah mendapat intimidasi beberapa hari setelah pemungutan suara. Saksi menyatakan intimidasi itu karena video surat suara dicoblos yang direkamnya tersebar.

Saat pemungutan suara, saksi Nur Latifah menyebut melihat langsung salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mencoblos surat suara dalam bilik suara dan mengambil video. "Saya dapat intimidasi dari banyak orang, tepat pukul 11 malam, tanggal 19 April, ke rumah salah satu warga, Dusun Winongsari, RT 04, ada dua dusun," kata saksi Nur Latifah dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut dia, di rumah itu terdapat ketua KPPS, salah satu anggota KPPS, tokoh masyarakat, perangkat desa, kader partai serta preman yang semuanya laki-laki. Nur Latifah yang menuturkan sebagai pemantau saat berada di tempat pemungutan suara (TPS) itu ditanya posisinya dan video yang viral serta dituduh sebagai penjahat politik.

Tidak hanya sekali, menurut dia, ia dipanggil pada 19 dan 21 April 2019 pada malam hari dan diminta untuk tutup mulut dan kembali ke Semarang, tempatnya menuntut ilmu. Sementara alamat sesuai KTP adalah di Winongsari, Wonosobo, Jawa Tengah.

"Ancamannya secara tidak langsung diancam dibunuh. Saya dengar dari teman saya diancam akan dibunuh. Teman satu dusun dengan saya, namanya Habib," ucap saksi.

Majelis hakim kemudian menanyakan tindakan yang diambil oleh saksi setelah mendapat ancaman, Nur Latifah mengatakan tidak melakukan tindakan apa pun karena ancaman tidak dikatakan langsung kepadanya. Untuk hadir memberikan kesaksian dalam sidang, Nur Latifah menuturkan tidak mendapat ancaman, tetapi mendapat teror melalui telepon genggam oleh kerabat petugas KPPS yang mencoblos surat suara.

Dalam kesemptan itu, Nur Latifah menuturkan tidak menyebarkan video yang direkamnya, tetapi video itu pernah diminta oleh saksi dari pasangan 02 hingga akhirnya viral.

Berita Terkait
  • Hakim MK Sempat Cecar Saksi Pemohon Soal Keamanan
  • Sidang MK, KPU Nilai Saksi Pemohon tidak Relevan
  • Sidang MK Ditutup Saat Azan Subuh Berkumandang
Berita Lainnya
  • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
  • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

Saksi Prabowo Jelaskan Soal Intimidasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya