0
Thumbs Up
Thumbs Down

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

Republika Online
Republika Online - Thu, 20 Feb 2020 21:47
Dilihat: 34
Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan mantan manajer di Connaught International Pte Ltd, Sallyawati Rahardja pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2). Ia dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo dalam perkara kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Dalam persidangan, Sallyawati mengakui sering meminjamkan rekening pribadinya kepada Soetikno Soedarjo. Diketahui, Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura bergerak dalam jasa konsultan bisnis penjualan pesawat dan mesin pesawat di Jakarta.

Anggota majelis hakim Rosmina mengaku heran dan langsung menanyakan mengapa Soetikno sering meminjam rekening pribadi Sallyawati.

"Apakah lazim? Apakah Pak Soetikno sering meminjam nomor rekening Saudara?" tanya Rosmina kepada Sallyawati.

"Setahu saya ada beberapa kali, rekening saya beberapa kali," jawab Sallyawati.

"Sebagai orang akuntansi mesti mengerti, apakah Pak Tikno (Soetikno) tidak punya rekening pribadi? Harusnya patut curiga buat apa pinjam," tanya hakim Rosmina.

"Iya, Yang Mulia," ucap Sallyawati.

"Maksud saya, hati-hati rekening pribadi, kita pekerja tidak harus semua kita berikan sampai rekening pribadi masa dikasih, lain kali jangan ya?", tambah hakim Rosmina.

Sallyawati mengaku baru mengetahui kepentingan Soetikno meminjam rekeningnya saat menjalani pemeriksaan di KPK. Ternyata, rekening itu digunakan Soetikno untuk membeli rumah di Jalan Pinang Merah, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Soetikno didakwa menyuap Emirsyah dengan uang senilai Rp 5.859.794.797, 884.200 dolar AS, 1.020.975 euro, dan 1.189.208 dolar Singapura guna memuluskan sejumlah pengadaan yang sedang dikerjakan oleh PT Garuda Indonesia. Soetikno juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang untuk menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana korupsi tersebut.

Sementara Emirsyah didakwa menerima suap Rp 46,3 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam dakwaan, Emirsyah melakukan perbuatan TPPU melalui tujuh cara.


Berita Terkait
  • Polri Sudah Sebar Informasi DPO Nurhadi ke Berbagai Polda
  • KPK tak Beberkan 36 Perkara yang Dihentikan Penyelidikannya
  • KPK Hentikan Penyelidikan 36 Perkara
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

Saksi Akui Sering Pinjamkan Rekening ke Penyuap Emirsyah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya