0
Thumbs Up
Thumbs Down

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

okezone
okezone - Tue, 08 Jun 2021 07:28
Dilihat: 34
Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

JAKARTA - Soekarno merupakan Presiden Pertama Indonesia. Pada masa perjuangan kemerdekaan, tentu bukan periode waktu yang mudah untuknya.

(Baca juga: Kisah Mistis Bung Karno dan Parfum Favoritnya)

Masuk penjara pun tampaknya merupakan hal yang lumrah bagi Soekarno. Tetapi, tentu hal ini akan sangat membuat perasaan sang ibunda Soekarno, Ida Ayu Nyoman Rai menjadi hancur.

Ketika mendengar berita tentang ditahannya Soekarno di Penjara Sukamiskin Bandung. Nyoman Rai Srimben langsung menuju Bandung dan mendatangi Penjara Sukamiskin.

Karena dia buta politik, dirinya langsung bertanya kepada petugas rumah tahanan. Bukan jawaban yang diperolehnya melainkan bentakan dan diusir untuk pergi dari rumah tahanan tersebut. Demikian dikutip dari "Ibu Indonesia Dalam Kenangan" karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto, dkk, seperti dilansir dari Perpusnas.

(Baca juga: Ketika Bung Karno Pesan 50 Tusuk Sate Ayam saat Bulan Ramadan)

Sejak saat itu dendam Nyoman Rai Srimben tidak terbendung, di manapun berada jika melihat orang Belanda ia memperlihatkan ketidaksukaannya. Di saat yang sama rumahnya di Blitar diawasi karena putranya melawan penjajahan Belanda.

Nyoman Rai Srimben menceritakan kejadian yang dialaminya di rumah tahanan sehingga akhirnya R Soekeni memutuskan untuk pensiun dini sebagai guru dari Kementerian Pendidikan Belanda di Batavia.

Memasuki masa pensiun Nyoman Rai Srimben terus mendampingi suaminya di Blitar sambil tetap menunggu surat, berita Koran atau berita burung yang dibawa saudara atau kenalannya tentang putranya Soekarno baik di dalam maupun di luar tahanan.

Kehidupan di Blitar kembali bergemuruh ketika Nyoman Rai Srimben mendengar bahwa putranya bercerai dari Inggit dan kemudian menikah dengan Fatmawati, semua beritanya diterima dengan tabah.

Hasil pernikahan Soekarno dengan Fatmawati memberikan seorang cucu yang sangat diharapkan oleh Nyoman Rai Srimben dan R Soekeni. Nyoman Rai Srimben dan R Soekeni menyaksikan kelahiran cucunya di Jakarta.

Kebahagiaan Nyoman Rai Srimben tidaklah lama karena pada saat berjalan-jalan di Jakarta R Soekeni terjatuh dan sakit keras hingga akhirnya meninggal pada tanggal 8 Mei 1945. Kemudian Nyoman Rai Srimben kembali ke Blitar.

Di hari tuanya ketika Soekarno telah menjadi orang pertama di Republik Indonesia, Nyoman Rai Srimben tidak pernah mau menginjakkan kakinya di Istana Negara. Nyoman Rai Srimben menjadi pelopor perkawinan campur antar suku, sehingga mungkin memberikan inspirasi kepada Soekarno untuk menyatukan Nusantara menjadi Republik Indonesia.


Pada tanggal 12 September 1958, Nyoman Rai Srimben meninggal dunia dan dimakamkan berdampingan dengan makan putranya Soekarno dan suaminya R. Soekeni Sosrodihardjo.

Sumber: okezone

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

Saat Ibunda Soekarno Membenci Orang Belanda

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya