0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

Nusabali
Nusabali - Thu, 16 Jan 2020 07:04
Dilihat: 30
Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan PemangkuMANGUPURA,
Pemerintah Kabupaten Badung menggelontorkan anggaran sekitar Rp 11,5 miliar untuk memberi tunjangan para sulinggih dan pemangku. Anggaran ini telah masuk dalam APBD induk tahun anggaran 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan pemberian tunjangan kepada para sulinggih dan pemanggu merupakan kelanjutan dari program Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Dia menegaskan, dari awal pemerintah ingin menyejahterakan masyarakat termasuk para sulinggih dan pemangku.

"Bapak Bupati menaruh perhatian yang sangat besar kepada kesejahteraan para sulinggih dan pemangku. Sebagai pembimbing umat dalam melaksanakan upacara yadnya, sudah sepantasnya pemerintah memberikan jaminan kesejahteraan," katanya, Rabu (15/1).

Berdasarkan data dari Disbud Badung, total 246 sulinggih di Gumi Keris yang akan menerima tunjangan. Masing-masing menerima Rp 1,5 juta per bulan. Sementara, pemangku yang terdiri dari Pemangku Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat, Dang Kahyangan sebanyak 38 orang. Mereka masing-masing akan menerima Rp 1,2 juta per bulan.

Selanjutnya, Pemangku Kahyangan Tiga sebanyak 407 orang. Mereka masing-masing akan menerima santunan Rp 1 juta per bulan. Kemudian, Pemangku Prajapati yang berjumlah 140 orang. Mereka masing-masing menerima santunan sebesar Rp 1 juta per bulan.

Adapun total anggaran yang dikucurkan Pemkab Badung selama setahun sekitar Rp 11,5 miliar. "Jika dijumlahkan dalam setahun Pemkab Badung mengeluarkan anggaran Rp 11,5 untuk memberikan tunjangan kepada para sulinggih dan pemangku," tandas Sudarwitha yang notabene mantan Camat Petang.

Sementara, mengenai pelayanan kesehatan kepada para sulinggih dan pemanggku, menurut Sudarwitha menjadi kewenangan Dinas Kesehatan Badung.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Badung dr Nyoman Gunarta, menjelaskan Badung sudah melaksanakan 100 persen UHC (Universal Health Coverage). Karena itu, secara otomatis para sulinggih dan pemangku mendapatkan jaminan kesehatan. "Khusus untuk sulinggih kita sudah mengambil kebijakan mendapatkan perawatan VIP di Rumah Sakit Daerah Mangusada, baik rawat inap maupun rawat jalan," jelasnya.

Sedangkan untuk para pemangku yang jumlahnya lebih banyak, menurut dr Gunarta akan diberikan pelayanan kelas II. "Para pemangku akan diberikan pelayanan di kelas II, naik satu tingkat dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat ber-KTP Badung melalui program JKN-KBS," tandas dr Gunarta, birokrat asal Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal. *asa
Sumber: Nusabali

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

Rp 11,5 M untuk Tunjangan Sulinggih dan Pemangku

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya