0
Thumbs Up
Thumbs Down

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

okezone
okezone - Wed, 23 Sep 2020 15:44
Dilihat: 47
Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

JAKARTA - Komite Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencatat beberapa sektor ekonomi mengalami tren positif pada kuartal ke-III 2020. Pertumbuhan terlihat dalam Purchasing Manager Index (PMI) yang menunjukkan optimisme dari pelaku bisnis dan tingkat konsumsi masyarakat yang dinilai perlahan meningkat.

Sekretaris Eksekutif I KPCPEN Raden Pardede mengatakan, pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi nasional itu akibat adanya penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan pemerintah. Setidaknya, telah terjadi realisasi sebagian persen anggaran PEN untuk sejumlah sektor.

Di antaranya, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), Jaminan Pengaman Sosial (JPS), dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JSK) yang merupakan program stimulus ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Saat Indonesia Resesi, Apa yang Terjadi Ya?

"Intervensi pemerintah ini adalah JPK, JPS kemudian ada JPSR dan terakhir adalah JSK. Ini jaring pengaman yang dibuat pemerintah untuk mengurangi dampak ke ekonomi. Tanpa ada intervensi pemerintah, dampaknya akan terjadi resesi yang luar biasa. Intervensi itu mengurangi dampak yang dalam," ujar Raden dalam Webinar, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Meski demikian, pertumbuhan sektor ekonomi nasional itu masih lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Bambang Brodjonegoro: Jangan Harap Ekonomi Kita Segera Kembali

"Berdasarkan data-data yang kita lihat, pada kuartal ke-III ini (2020), memang belum kembali pada posisi kuartal ke III 2019. Namun, data-data menunjukan apakah itu PMI, Konsumsi, ritel, data penjualan, itu semua pada kuartal III ini, lita lihat jauh lebih baik dari kuartal ke II," kata dia.

Berdasarkan laporan Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) selama 10-26 Juli 2020, mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dan usaha menengah dan besar (UMB) sama-sama melaporkan penurunan pendapatan.

Sebaliknya, hanya sekitar 13 persen pada UMK dan 15 persen pada UMB yang menyatakan pendapatan tetap. Kemudian, hanya 2 persen dari UMK dan 3 persen dari UMB yang menyatakan adanya kenaikan pendapatan.


Sumber: okezone

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya