0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Republika Online
Republika Online - Sat, 25 Jun 2022 09:38
Dilihat: 47
Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

JAKARTA -- Rencana pembangunan Rumah Indonesia masih belum bisa diwujudkan karena terbentur dengan kebijakan dan aturan Pemerintah Arab Saudi terkait kepemilikan asing di Mekkah.

"Persoalannya membangun di Mekkah tidak mudah karena tidak boleh ada kepemilikan asing di Mekkah. Selain itu juga hak guna pakai itu hanya 30 tahun," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad di Mekkah, Jumat (25/6/2022).

Dia menilai jika Indonesia menanamkan investasi yang tinggi untuk Rumah Indonesia sementara Hak Guna pakai hanya 30 tahun belum memberi keuntungan apapun."Sepanjang aturannya belum diubah itu kecil kemungkinannya, tapi kalau ada perubahan peraturan sangat mungkin untuk dibangun di situ," kata Abdul Aziz.

Namun, menurut Abdul Aziz, dalam dua kali pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammed bin Salman (MBS), disampaikan bahwa Pemerintah Saudi sedang memikirkan untuk mengubah peraturan tentang kepemilikan Hak Guna Pakai itu dari 30 tahun menjadi 100 tahun.

"Kalau 100 tahun mungkin ada insentif ya untuk siapapun yang membangun kemudian memanfaatkan selama 100 tahun setelah itu terserah," katanya.

Untuk pembangunannya sendiri menurutAbdul Aziz, dananya bisa bersumber dari mana saja, baik dari APBN maupun konsorsium."Yang penting itu adalah apakah kepemilikannya nanti bisa diklaim sebagai milik Indonesia atau milik siapa, kalau sekarang jelas tidak mungkin," tambah dia.

Rumah Indonesia merupakan wacana yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan saat bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih pada Kamis (17/6).

Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan rencana Pemerintah Indonesia untuk membangun Indonesia Housing atau "Rumah Indonesia" di Mekah.Bangunan tersebut dapat menjadi persinggahan bagi jamaah umroh dan haji sekaligus dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk asal Indonesia dan juga pusat budaya Indonesia.


Berita Terkait
  • Arab Saudi Targetkan Penyelenggaraan Haji yang Ramah Lingkungan
  • Arab Saudi dan Turki Kembali Mesra, Sepakati Kerja Sama Era Baru
  • 1.206 Jamaah Haji Khusus Perdana Digeser dari Madinah ke Makkah
Berita Lainnya
  • Barcelona Percaya Diri Ousmane Dembele akan Bertahan
  • Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

Rencana Pembangunan Rumah Indonesia Terganjal Aturan Saudi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya