0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

Republika Online
Republika Online - Mon, 16 Sep 2019 16:40
Dilihat: 29
Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

PALU- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mendukung penetapan batas usia minimal pernikahan bagi perempuan yaitu 19 tahun. Pembatasan usia tersebut sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak.

"Prinsipnya, saya secara pribadi maupun atas nama kelembagaan sepakat dengan rencana penetapan batas usia minimal pernikahan perempuan," ucap Rektor IAIN Palu Prof KH Sagaf S Pettalongi, di Palu, Senin (16/9).

DPR lewat Badan Legislasi yang dipimpin oleh Supratman Andi Agtas (Maman) dari Fraksi Gerindra daerah pemilihan Sulawesi Tengah, akan menaikkan batas usia minimal pernikahan perempuan yaitu berusia 19 tahun.

Baleg DPR menaikkan batas usia minimal itu saat membahas peninjauan kembali Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan yang sebelum dinaikkan, batas usia pernikahan perempuan 18 tahun.

Sagaf mengatakan, langkah DPR menaikkan batas usia minimal bagi perempuan sebelum melangsungkan pernikahan, merupakan komitmen untuk melindungi hak perempuan dan anak dalam aspek pendidikan, sosial, dan budaya serta pertumbuhan anak.

Dia menjelaskan, di usia 0-10 tahun dan 10-18 tahun, perempuan maupun laki-laki masih dalam proses pertumbuhan, atau proses awal menuju kemapanan baik dari sisi fisik maupun mental.

Dalam proses itu, menurut dia, mereka berhak mendapat hak-nya seperti hak mendapat asuhan, bimbingan dan pengajaran yang layak dari orang tua, keluarga dan lingkungan.

Kemudian diproses itu pula, mereka berhak mendapat pendidikan yang layak untuk membentuk kecerdasan intelektual dan keterampilan mereka. Karena itu, hak-hak tersebut harus dijamin oleh negara dan tidak boleh diterlantarkan.

"Menikah di bawah usia 19 tahun memberikan dampak yang sangat fatal terhadap perempuan dan anak, karena mereka bisa putus sekolah yang kemudian memberikan kontribusi besar terhadap tingginya angka kemiskinan," ujar guru besar managemen pendidikan itu.

Selain itu, menikah pada usia dini berkontribusi terhadap tingkat kematian ibu saat melahirkan, dikarenakan alat reproduksi perempuan belum mapan.

Dalam konteks Islam, kata dia yang Wakil Ketua Umum MUI Sulteng itu mengatakan, Islam sangat menjunjung tinggi anak memperoleh hak-nya serta tegas dalam melindungi anak. Islam secara tegas menyatakan bahwa anak yang dikandung ibu mempunyai hak untuk lahir dengan selamat ke dunia.

Pernyataan itu sejalan dengan firman Allah dalam surah al-An`am ayat ke-151 yang memberikan penegasan bahwa tidak boleh membunuh anak yang lahir. "Itu artinya Allah memberikan hak kepada anak lahir dan tumbuh menjadi remaja serta dewasa," sebut Prof Sagaf.


Berita Terkait
  • Khawatir Revisi UU Perkawinan, MUI: Bisa Jalar ke Mana-Mana
  • Kajian Aisyiyah Simpulkan Usia 19 Tahun Batas Minimal Nikah
  • Catatan Fatayat NU Soal Revisi Batas Minimal Nikah 19 Tahun
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

Rektor IAIN Palu Jelaskan Manfaat Pembatasan Usia Nikah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya