0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Rumah
Rumah - Wed, 26 Feb 2020 16:07
Dilihat: 38
Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Beredarnya RUU Ketahanan Keluargadapat disikapi secara bijaksana sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing keluarga. Menurut Psikolog Dr. Rose Mini A Prianto M.Psi., idealnya memang bisa dimulai dari mengatur dan memberikan kamar yang terpisah antara anak dengan orang tuanya.

Terutama karena pemisahan kamar anak antara anak laki-laki dengan perempuan juga menjadi bagian dari pendidikan seks dan reproduksi. Hal itu memungkinkan setiap anak perempuan dan laki-laki memiliki privasinya masing masing.

"Kalau dari sisi keluarga memisahkan kamar akan menjadi sesuatu yang baik. Anak memang dari awal harus diajarkan bagaimana mengenal tubuh dan dirinya sendiri," jelasnya.

Menciptakan ruang kamar bagi pengembangan anak juga untuk mencegah timbulnya pertanyaan di luar dugaan untuk anak ketika di kamar orang tuanya dia melihat hal yang belum pantas untuk anak seusianya.

Pemisahan kamar dinilai memiliki dampak positif secara psikologis bagi anak. Pasalnya, hal itu bisa merangsang dan menumbuhkan sikap mandiri dan bertanggung jawab tentang dirinya sendiri. Anak bisa belajar dini untuk pergi ke kamar mandi sendiri tanpa harus membangunkan orang tuanya. Selanjutnya, anak juga bisa mulai belajar untuk merapikan tempat tidurnya sendiri.

Kendati demikian, memang tidak semua keluarga mampu melakukannya. Selain itu, bukan berarti keluarga yang tidak memisahkan kamar untuk anaknya tidak memiliki ketahanan keluarga yang baik.

Psikolog Rose Mini menyarankan bagi keluarga yang belum bisa memisahkan kamar maka bisa memulai dengan mengajarkan pendidikan reproduksi.

Menurutnya, menjadi hal penting bagi anak untuk belajar dan mampu mempertahankan dirinya agar jangan sampai dilecehkan baik oleh kakak ataupun adiknya.

Acapkali orang tua juga tidak memberikan pelajaran reproduksi karena tidak memahaminya. Dengan demikian langkah yang lebih dulu dilakukan adalah mengajarkan kepada orang tuanya bagaimana cara membantu anak mempertahankan diri dan mengenal dirinya sendiri.

Pendidikan yang baik juga mengajarkan agar anak bisa membantu dirinya dalam mempertahankan diri. Namun lanjutnya, juga jangan sampai pemisahaan kamar yang sudah dilakukan diikuti dengan penggunaan gadget dan pemberian indormasi tidak layak diberikan anak baik sengaja ataupun tidak sengaja.

"Ketahanan keluarga intinya agar anak mendapatkan haknya sebagai anak. Dan orang tua memiliki kewajiban memberikan apa yang dibutuhkan anak," pungkasnya.

Temukan lebih banyak panduan dantipsmembeli rumah dalamPanduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Sumber: Rumah

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

Rancang Kamar Untuk Anak Secara Terpisah Punya Dampak Psikologis yang Baik

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya