0
Thumbs Up
Thumbs Down

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

Nusabali
Nusabali - Tue, 02 Jun 2020 12:58
Dilihat: 60
Protokol New Normal Acuan Pelaku PariwisataJAKARTA,
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam menjalankan usahanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya, Minggu (31/5), menjelaskan, Kemenparekraf akan memastikan para pelaku parekraf siap untuk menyambut era normal baru dengan menerapkan protokol yang berfokus pada aspek program Bersih, Sehat, Aman.

"Khusus sektor pariwisata, penerapan protokol normal baru tersebut bertujuan agar wisatawan dapat tetap berkunjung dengan tenang dan nyaman karena fasilitas pariwisata kini sudah semakin disempurnakan dengan standar Bersih, Sehat, Aman yang terverifikasi," katanya.

Protokol ini diharapkan akan meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata, sekaligus peningkatan inovasi digital untuk memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dapat bangkit dan bersaing di pasar global. Protokol tersebut nantinya akan menjadi standar dan kultur baru di sektor parekraf. Mulai dari kedatangan di bandara, pengawasan di pintu masuk utama kawasan, penerimaan tamu, pengawasan aktivitas wisatawan, hingga menyediakan fasilitas kesehatan bagi wisatawan.

Ari menjelaskan, protokol kesehatan ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi, publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah.

"Ke depan, sesuai arahan Presiden, setiap pemerintah daerah tetap harus memperhatikan betul kondisi R0 dan Rt, atau laju penyebaran Covid-19 di daerahnya dalam mempersiapkan pembukaan destinasi pariwisata, sehingga penerapan protokol kesehatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.7ant

Di tempat terpisah Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono meminta protokol new normal (normal baru) dibahas oleh semua pihak dan keterlibatan pihak terkait jangan hanya formalitas saja. "Protokol 'new normal' sangat penting, tapi menyusunnya harus bersama-sama dengan dunia usaha dan masyarakat," kata Iwantono, Sabtu (30/5).

Iwantono mengatakan, sekarang itu banyak sekali lembaga atau kementerian yang sedang menyusun protokol normal baru. Hal ini bisa membuat masyarakat menjadi bingung untuk mengikutinya. Selain itu, katanya, jika hanya lembaga dan kementerian yang menyusun protokol maka bisa terjadi kesulitan di lapangan karena yang akan menjalankan adalah masyarakat dan pelaku usaha. Ia mengakui bahwa asosiasi suka diundang dalam rapat, tapi sering terkesan formalitas.

Mengenai kemungkinan sanksi hukum dalam penerapan normal baru, Iwantono ingin mengetahui dimensi dan cakupan soal sanksi hukum tersebut yang menjadi pegangan pihak terkait. Jangan sampai praktik di lapangan dan aturan berbeda. Ia mengharapkan situasi ini jangan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. "Intinya adalah bahwa ketentuan-ketentuan yang akan dijalankan di lapangan marilah kita diskusikan secara bersama secara transparan, agar pelaksanaannya di lapangan bisa jalan," katanya.

Ia mengatakan, jika ada aturan yang tidak bisa dilakukan pelaku usaha maka pengusaha bisa tidak menerapkannya. Misalnya soal kewajiban melakukan rapid test (tes cepat) bagi seluruh karyawan. "Pertanyaannya apa sanggup pelaku usaha melakukan itu, terutama usaha kecil mikro karena biaya tidak kecil untuk mereka," katanya.

Demikian juga hotel-hotel kecil, restoran kecil dan yang sejenisnya. "Kalau pabrik-pabrik besar mungkin sanggup mungkin juga tidak. Apa bisa yang seperti ini didukung oleh pemerintah," katanya. Kemudian juga kemungkinan menyediakan pengawas bagi pelaksanaan protokol Covid-19. Iwantono mengatakan, UMK agak sulit untuk bisa bayar untuk tenaga yang demikian ini. "Ini kan perlu didiskusikan dan dicarikan jalan keluar," katanya.*ant
Sumber: Nusabali

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

Protokol New Normal Acuan Pelaku Pariwisata

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya