0
Thumbs Up
Thumbs Down

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

Republika Online
Republika Online - Thu, 02 Dec 2021 19:44
Dilihat: 78
Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

JAKARTA -- Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama menganalisis dampak Covid-19 varian Omicron terhadap pemeriksaan tes PCR. Ada indikasi bahwa Omicron mempengaruhi pemeriksaan tes PCR.

Tjandra menjelaskan dampak Omicron menimbulkan mutasi spike protein di posisi 69-70. Kondisi ini menyebabkan terjadinya fenomena "S gene target failure (SGTF)", di mana gen S tidak akan terdeteksi dengan PCR lagi atau hal ini disebut juga drop out gen S.

"Walau ada masalah di gen S tetapi untungnya masih ada gen-gen lain yang masih bisa dideteksi sehingga secara umum PCR masih dapat berfungsi," kata Tjandra dalam keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (2/12).

Tjandra menerangkan, tidak terdeteksinya gen S pada pemeriksaan PCR dapat dijadikan indikasi awal untuk kemungkinan yang diperiksa adalah varian Omicron. Lalu dalam hal ini menurutnya, perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk memastikannya.

"Kalau kemampuan WGS terbatas maka ditemukannya SGTF dapat menjadi semacam bantuan untuk menyaring mana yang prioritas dilakukan WGS, selain kalau ada kasus berat, atau ada klaster, atau ada kasus yang tidak wajar perburukan kliniknya," ujar Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu.

Selain itu, Tjandra menyinggung indikasi sudah beredarnya varian Omicron bila di suatu daerah ditemukan peningkatan sampel laboratorium yang menunjukkan SGTF. Sehingga, ia menyarankan Pemerintah mempublikasikan laporan peningkatan SGTF.

"Penting juga bagi kita di Indonesia dalam menganalisa hasil PCR yang setiap hari dilaporkan jumlah pemeriksaannya di media, artinya jangan hanya jumlah total saja tetapi apakah ada peningkatan SGTF atau tidak," ucap Prof Tjandra.

Terlepas dari hal ini, dampak pada PCR memang merupakan salah satu dari enam kemungkinan dampak Omicron.


"Lima yang lain adalah apakah penularan akan makin tinggi, kemungkinan penyakitnya memberat, terjadinya infeksi ulang pada mereka yang sudah sembuh, dampak pada vaksin yang sekarang sudah dipakai termasuk di negara kita serta analisa tentang obat Covid-19 yang ada, seperti penghambat reseptor Interleukin 6 yang bermanfaat untuk menangani badai sitokin serta obat anti peradangan/inflamasi yaitu kortikosteroid," sebut Tjandra.

Berita Terkait
  • Antisipasi Omicron, Penggiat Pariwisata Percepat Vaksin
  • Ghana Wajibkan PNS Vaksinasi Covid-19
  • Bisakah Vaksinasi Cegah Gejala Parah Omicron?
Berita Lainnya
  • Muktamar NU Terus Disiapkan
  • Mimar Sinan, Gurunya Para Arsitek

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

Prof Tjandra: Varian Omicron Pengaruhi Tes PCR

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya