-
Klasemen Akhir Liga Spanyol 2022-2023: Barcelona Juara, Real Madrid Jadi Runner-Up
56 menit lalu -
23 Peserta Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KPU Bali
56 menit lalu -
Krama Adat Kerobokan Diminta Dukung Caleg Lokal
53 menit lalu -
Wanita Ini Dicekoki Minuman Keras, Diperkosa Lalu Ditinggal di Mobil Begitu Saja
50 menit lalu -
Kalender Bali Senin 5 Juni 2023: Baik Bikin Undang-undang, Hindari Membangun Rumah
33 menit lalu -
Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal
56 menit lalu -
Masyarakat Malaysia Siap War Tiket Laga Timnas Indonesia vs Timnas Argentina di SUGBK
51 menit lalu -
Pencak Silat Absen di Asian Games 2023, Menpora Tetap Optimistis
38 menit lalu -
2 Vacuum Cleaner Terbaru Midea Hadir di Kampanye 6.6 Lazada, Banyak Diskon
39 menit lalu -
5 Fakta Gempa M 6,0 Guncang Maluku, Disebabkan Subduksi Lempeng Laut Banda
56 menit lalu -
Akhir Hidup Soekarno Dirundung Kesepian: Aku Ingin Ditembak Saja
54 menit lalu -
Gabung Lazio, Emil Audero Berpotensi Jadi Pesepakbola Pertama Indonesia yang Main di Liga Champions!
43 menit lalu
0
Pro Kontra Tunda Pemilu 2024

Panglingsir Puri Peguyangan Denpasar yang juga Ketua Bappilu DPW NasDem Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Gde Widiada mengingatkan para elit, penyelenggara, komponen masyarakat untuk mengikuti proses dan tahapan yang sudah berjalan.
"Tunda Pemilu 2024 hanya menjadi rumor. Harus dilaksanakan, karena tahapannya sudah berjalan, lebih baik ikuti prosesnya, sehingga demokrasi kita lebih teduh dan tercipta kondusifitas di Bali," ujar Widiada di Denpasar, Senin (20/3) siang.
Widiada mengatakan, dalam setiap pemilu, Provinsi Bali selalu menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraannya. Sehingga, Pemilu 2024 ini menjadi tantangan di tengah rumor tunda pemilu yang terus bergulir. "Warga Bali sangat cerdas dalam berdemokrasi, KPU Provinsi Bali selalu meraih yang terbaik dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia, tentunya bersama Bawaslu, stakeholder dan komponen masyarakat Bali. Kami berkeyakinan tahapan pemilu jalan terus," tegas Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Denpasar ini.
Widiada menyebutkan, pelaksanaan pesta demokrasi kali ini berjalan di tengah tantangan masyarakat, menjaga nilai-nilai toleransi, pelestarian seni adat dan budaya warisan leluhur. Kata dia, di tahun politik ini ada ritual keagamaan, Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1945 dan bersamaan dengan Umat Muslim melaksanakan tarawih pada Bulan Suci Ramadhan. Pemerintah Kota Denpasar pun telah memfasilitasi kreativitas anak-anak muda (yowana,red) menyambut Tawur Kasanga dengan parade Ogoh-ogoh. "Di samping tahun politik, tantangan berat kita adalah menjaga Bali yang kuat dengan nilai-nilai toleransinya. Karena Perayaan Nyepi bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan. Suasana teduh di tengah tahun politik ini harus dijaga dan dikawal," ujar Widiada.
Widiada yakin, pemerintah Kota Denpasar bersama jajaran keamanan, pacalang desa adat mampu menjaga situasi kondusif di Bali. "Pemaknaan Tawur Kasanga ini menjadikan kita bersatu dan melupakan perbedaan dan menjaga toleransi untuk Bali yang damai, dan menyongsong Pemilu 2024 yang demokratis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Denpasar ini.*nat
Sumber: Nusabali
Berita Terkait
Berita Populer Dari Nusabali