0
Thumbs Up
Thumbs Down

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

Republika Online
Republika Online - Fri, 10 Apr 2020 19:07
Dilihat: 36
PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

JAKARTA -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengecam penolakan jenazah perawat yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Karyadi Semarang, Jawa Tengah berinisial NK. Padahal, NK gugur saat menjalankan tugas mulia yang menangani virus corona SARS-CoV2 (Covid-19), Kamis (9/4).

"Kami mengecam atas tindakan penolakan jenazah (NK) yang dilakukan oknum warga tidak memiliki rasa kemanusiaan dan cenderung melawan hukum dengan memberikan stigmatisasi negatif dan diskriminasi terhadap almarhum NK. Padahal NK seorang perawat yang berjiwa patriot secara nyata berjuang di garis depan melawan virus," ujar Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Dia menegaskan, jenazah NK telah dilakukan perawatan dan pemulasaran jenazah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan. Jadi, itu tidak beralasan untuk menolak dan memberikan stigma negatif yang berlebihan pada NK.

"Padahal teman sejawat kami gugur sebagai pejuang kemanusiaan," katanya.

Penolakan jenazah ini membuat pihaknya mendesak pemerintah dan aparat kepolisian dapat menjamin keselamatan dan keamanan, menjaga harkat martabat profesi perawat dalam menjalankan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia, utamanya yang menghadapi ancaman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah kabupaten/provinsi. PPNI juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian penolakan, stigmatisasi, kriminalisasi yang lenimpa almarhum perawat NK yang ditolak pemakamannya. Pihaknya juga berharap pemerintah bersama tokoh agama lebih tegas mengedukasi masyarakat agar tidak ada kejadian serupa dan berulang.

Pihaknya juga meminta hentikan stigmatisasi dan intimidasi perawat di tempat kerjanya dan tempat tinggalnya. "Karena kejadian ini bisa melunturkan semangat kegotongroyongan dalam memenangkan perjuangan melawan pandemi Covid-19 dan mendukung kerja dan semangat juang perawat dan tenaga kesehatan pada umumnya," ujarnya.

Sebelumnya terjadi penolakan tidak mamusiawi terhadap jenazah NK di RS Karyadi Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (9/4) pagi kemarin. Almarhum ditolak di dua permakaman di Ungaran, Semarang dan jenazah NK terpaksa dikembalikan ke kamar jenazah RS Karyadi Semarang. NK baru selesai dimakamkan malam harinya di permakaman ketiga yaitu permakaman keluarga pegawai RS Karyadi Semarang.


Berita Terkait
  • Polrestro Depok Monitoring Napi Bebas Saat Pendemi Covid-19
  • KBPII Bagikan Bahan Pangan Di Tengah Pandemi Corona
  • BPPTKG: Belum Ada Bukti Abu Vulkanik Bisa Matikan Covid-19
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

PPNI Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Tangani Corona

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya