0
Thumbs Up
Thumbs Down

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

Rumah
Rumah - Thu, 28 Nov 2019 12:55
Dilihat: 93
Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

-Pasar sektoral dan sentimen global turut memengaruhi perkembangan pasar properti saat ini. Rupanya diperkirakan tahun depan tidak ada banyak perubahan dibandingkan tahun ini. Namun, masih potensi melalui backlog dan wilayah terintergrasi moda transportasi

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Yogi Perdana mengatakan, puncak kejayaan properti ada pada 2012-2013. Namun, saat ini sektor properti agak sulit untuk mengulang masa kejayaan pada tujuh tahun silam itu. Terutama saat ini, konsumen di industri properti telah banyak mengalami pergeseran.

Pada masa tersebut, bersamaan dengan berjayanya pasar komoditas tambang mendorong investor menempatkan dananya di sektor properti. Namun, kini para investor belum merasa memerlukan untuk membeli.

Yogi menyebutkan, sebelumnya prapenjualan emiten properti cukup cemerlang yang didorong bonanza sektor komoditas. Pada saat itu, prapenjualan properti berasal dari investor dan saat ini investor yang saat itu membeli unit-unit properti belum membutuhkan tambahan unit.

Oleh karena itu, pasar berikutnya bergeser ke segmen ritel yang memiliki daya beli lebih terbatas. Alhasil, laju penyerapan produk properti menjadi lebih lamban bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Ingin renovasi rumah menjadi minimalis? Baca dulu tipsnya di sini

Dia mengatakan, ke depannya sektor properti masih harus berjuang mengamankan pundi-pundi keuangan. Tujuannya agar bisa terus melakukan ekspansi. Pergeseran pasar tersebut sebagai titik keseimbangan baru yang harus dihadapi sektor properti.

Prospek industri masih ada dengan potensi backlog (kekurangan pasokan) mencapai 10 juta hunian dan tren pengembangan wilayah terintegrasi melalui moda transportasi umum.

"Outlook 10 juta housing backlog yang harus disasar. Ini ekuilibrium yang baru," katanya.

Apabila dibandingkan dengan pasar perumahan, proyek apartemen juga diperkirakan masih lesu sampai dua hingga tiga tahun ke depan.Karena itu, penawaran apartemen baru sangat terbatas dalam sekian tahun terakhir di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

Baca selengkapnya:Strategi Rumah Tua Laku Terjual

Semua developer termasuk developer besar, sendiri, atau bermitra dengan developer asing, memilih melansir proyek perumahan berupa klaster atau proyek baru. Sementara itu, developer yang sebelumnya lebih banyak mengembangkan apartemen, mengalihkan fokus ke proyek perumahan.

Pengalihan fokus ini dikarenakan pasar rumah menengah atas dan mewah masih lesu. Sebagian besar developer menyasar rumah menengah bawah seharga di bawah Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar per unit termasuk rumah bersubsidi. Dengan begitu, pengembang tetap bisa berjualan saat kondisi pasar lesu dan mendapatkan likuiditas.

Developer fleksibel mengelola ekspektasi pasar sehingga tetap bisa berjualan dalam situasi pasar seperti sekarang. Fleksibel bukan hanya dalam pilihan segmen pasar, tetapi juga besaran margin yang diperoleh.

Mengutip hasil riset dari grup usaha developer besar, dewasa ini pasar properti masih didominasi kelas menengah mencakup 66 persen populasi, penduduk kota (urban) mencapai lebih dari 70 persen dan kaum milenial mencakup 35 persen populasi. Kelas menengah merujuk ke daya beli, penduduk kota terkait pola pikir termasuk terhadap rumah (properti), dan milenial berkaitan dengan perilaku.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalamPanduan dan Referensi.


Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Rumah

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya