0
Thumbs Up
Thumbs Down

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

Antvklik
Antvklik - Sat, 25 Sep 2021 12:48
Dilihat: 66

Potensi penggunaan geothermal atau panas bumi untuk tenaga listrik di Indonesia menempati urutan kedua dunia. Namun ada sejumlah kendala dalam pengembangannya.

antvklik.com - Dewan Pembina Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Prof Subroto mengatakan, Indonesia dikaruniai dengan kekayaan yang luar biasa, yaitu geothermal atau tenaga panas bumi.

Ini karena Indonesia dikelilingi gunung berapi (ring of fire) sehingga sangat mudah mendapatkan energi yang ramah lingkungan itu.

Meski potensinya sangat besar, negeri ini baru berada dalam transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

"Kita ini sekarang dikatakan baru di dalam transisi energi dari energi fosil ke transisi energi renewable," katanya dalam pelatihan media panas bumi dan bisnis prosesnya, yang digelar Aspermigas secara virtual, Sabtu (25/9/2021).

Dewan Pengawas Aspermiga Prof Subroto (Foto: tangkap layar Zoom)

Menurut mantan Menteri Pertambangan RI ini, energi geothermal berperan sangat penting untuk bisa menyediakan energi yang terbarukan, bersih dan dapat terjangkau masyarakat.

Oleh karena itu peran media massa juga sangat penting dalam membantu pengembangan energi geothermal.

Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM RI, Eko Budi Lelono menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan penggunaan energi geothermal.

Saat ini, kata Eko, sudah ada 16 PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia) di Indonesia. Jumlah ini akan terus ditingkatkan =hingga ke pulau terkecil dan terluar.

Apalagi menurutnya, potensi tenaga geothermal Indonesia berada di urutan kedua dunia setelah Amerika Serikat.

Kepala Badan Geologi ESDM Eko Budi Lelono (Foto: tangkap layar Zoom)

Eko mengatakan, untuk mengembangkan tenaga geothermal, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kemudahan.

Bahkan pemerintah melalui Kementerian ESDM juga melakukan eksplorasi sendiri karena risiko eksplorasi dapat mencapai 90 persen.

Meski demikian, Eko mengakui, ada sejumlah hambatan dalam pengembangan energi geothermal. Salah satunya adalah pemahaman masyarakat soal geothermal dan tingginya biaya investasi.

Oleh karena itu peran media massa sangat penting untuk membantu menyebarluaskan informasi agar masyarakat lebih paham akan energi geothermal.

Sedangkan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, Agus Sudibyo juga menekankan pentingnya kontribusi media massa dalam menyebarluaskan informasi tentang energi terbarukan.

Menurutnya, media massa memberi peran mendorong pemerintah melakukan kebijakan ramah lingkungan.

"Jangan sampai ganti pemerintah, ganti kebijakan," katanya.


Dikatakan, media massa harus bisa mendorong kebijakan energi yang berkelanjutan, terus mengontrol dan konsisten dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah terkait energi ramah lingkungan.

Sumber: Antvklik

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia Nomor Dua Dunia, Tapi...

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya