0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Republika Online
Republika Online - Sun, 22 May 2022 14:08
Dilihat: 88
Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

JAKARTA -- Jejak emisi manusia sepanjang tahun 2021 memecahkan rekor pada empat indikator utama kesehatan iklim. Samudera semakin panas, muka air naik dan tingkat keasaman tertinggi dalam sejarah.

Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO), Rabu (18/5/2022) silam, menyimpulkan betapa emisi karbondioksida selama tahun 2021 menempatkan iklim Bumi dalam kondisi yang kian terpuruk.

Pada tahun lalu, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer Bumi mencatat rekor tertinggi baru. Pada saat yang sama, ilmuwan juga mendokumentasikan tingkat keasaman dan suhu laut tertinggi sejak pencatatan iklim.

Di seluruh dunia, cuaca ekstrem memicu kerugian bernilai miliaran dolar AS. Terutama kebakaran hutan, yang diperparah perubahan iklim, melumat ruang hidup bagi manusia dan hewan di sejumlah kawasan.

"Tahun-tahun yang dipenuhi investasi pada kesiapan bencana meningkatkan kemampuan kita untuk menyelamatkan nyawa manusia, meski kerugian ekonomi tetap tinggi," kata Sekretaris Jendral WMO, Petteri Taalas.

Setia pada bahan bakar fosil

Pada 2015, pemimpin dunia menandatangani Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan suhu Bumi menjadi maksimal 1,5 derajat Celcius di atas level pra-industri. Target itu ingin ditepati sebelum akhir abad.

Namun ilmuwan mewanti-wanti ambisi iklim tidak bisa dicapai tanpa langkah drastis dalam pengurangan emisi.

Kendati fenomena cuaca ekstrem yang kian marak, negara-negara pemimpin ekonomi di dunia seperti Amerika Serikat atau China, tetap mengucurkan duit untuk menambang serta menggunakan bahan bakar fosil. Kebijakan yang mereka jalankan diprediksi akan memanaskan suhu Bumi setinggi 2,7 derajat Celcius pada 2100.

Ilmuwan meyakini batas maksimal kenaikan rata-rata suhu Bumi sebesar 1,5 C sudah akan terlampaui dalam satu dekade ke depan.

"Di bawah level ini, dampak perubahan iklim masih bisa diatasi," kata Omar Baddour, ilmuwan iklim di WMO.

Jika suhu Bumi meningkat "di atas level tersebut, berarti akan sangat sulit untuk memitigasi konsekuensinya."


Berita Terkait
  • Membumikan Isu Global Warming
  • Spanyol Bersiap Hadapi Gelombang Panas Intens
  • Sony Majukan Target Nol Karbon ke Tahun 2040
Berita Lainnya
  • Ini Alasan Kylian Mbappe Pilih Bertahan Bersama PSG
  • Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya