0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Republika Online
Republika Online - Tue, 23 Feb 2021 17:53
Dilihat: 26
Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, proses mediasi untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE mulai diterapkan sejak diterbitkan Surat Telegram dan Surat Edaran Kapolri tentang penanganan perkara Undang-Undang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Rusdi mengungkapkan, hal itu juga berlaku untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran dianggap melakukan provokasi atas cuitannya di akun Twitter Novel yang mengomentari wafatnya Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi.

"Sejak Surat Edaran (SE) dan STR (Surat Telegram) muncul, artinya semua (kasus ITE) diperlakukan seperti itu. Kasus Novel juga akan sama, diberlakukan SE itu," ujarnya di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (23/3).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram mengenai pedoman bagi penyidik dalam penegakan hukum kasus yang berkaitan dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Indonesia. Surat telegram itu bernomor: ST/339/II/RES.1.1.1./2021 tertanggal 22 Februari 2021 tentang pedoman penanganan hukum kejahatan siber berupa pencemaran nama baik, fitnah ataupun penghinaan.

Surat itu ditandatangani oleh Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat atas nama Kapolri. Dalam surat telegram tersebut, Jenderal Sigit meminta kasus pencemaran nama baik, fitnah dan penghinaan bisa dapat diselesaikan dengan restorative justice dan tidak dilakukan penahanan terhadap pelaku.

Dalam tiga kasus itu, penyidik diminta memedomani Pasal 27 ayat 3 UU ITE; Pasal 207 KUHP; Pasal 310 KUHP; Pasal 311 KUHP. Kemudian sejumlah tindak pidana UU ITE bisa dimasukkan ke dalam kategori berpotensi memecah belah bangsa bila mengandung unsur SARA, kebencian terhadap golongan atau agama dan diskriminasi ras dan etnis.

Untuk kasus SARA, proses hukumnya berpedoman pada Pasal 28 Ayat 2 UU ITE; Pasal 156 KUHP; Pasal 156a KUHP; Pasal 4 UU nomor 40 Tahun 2008. Kemudian penanganan penyebaran berita bohong memedomani Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946.

Penyidik diminta melaksanakan gelar perkara dengan Kabareskrim atau Dirtipidsiber secara virtual meeting/ zoom meeting dalam setiap tahapan penyidikan dan penetapan tersangka. Kemudian Kapolri juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor: SE/2/11/2021 Tentang Kesadaran Budaya Beretika Untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Produktif.Surat Edaran itu bernomor: SE/2/11/2021 ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Jumat 19 Februari 2021.


Berita Terkait
  • SE Kapolri, Pengamat Minta tidak Ada Diskriminasi
  • Komisi III Minta Polri Implementasikan SE Pedoman UU ITE
  • DPR: Revisi UU ITE Penting dan Layak Masuk Prolegnas 2021
Berita Lainnya
  • Hal yang Harus Diperhatikan Mengenai Tayamum
  • Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri Gunakan Mediasi Selesaikan Kasus Cuitan Novel Baswedan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya