0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 May 2022 17:31
Dilihat: 58
Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

ROTTERAM - Polisi Belanda memanfaatkan deepfake untuk "menghidupkan" kembali bocah laki-laki berusia 13 tahun yang tewas hampir dua dekade lalu. Setelah menggunakan teknologi itu, polisi mendapatkan sejumlah informasi terkait kasus itu. Deepfake adalah teknologi yang digunakan untuk sintesis citra manusia berdasarkan kecerdasan buatan.

Bocah yang bernama Sedar Soares ditembak mati pada tahun 2003 saat melempar bola salju dengan teman-temannya di tempat parkir stasiun metro Rotterdam. Namun, hingga kini, polisi belum menemukan pelaku di balik pembunuhan tragis itu.

Kini atas izin keluarga korban, polisi membuat video yang memperlihat sosok Sedar meminta masyarakat untuk membantu menyelesaikan cold case itu. Gambar Sedar tampak sangat hidup di video dan menyapa kamera serta mengambil bola.

Ditemani iringan musik, dia berjalan di lapangan melewati mantan guru dan teman-temannya. "Seseorang pasti tahu siapa yang membunuh saudaraku tersayang. Oleh karena itu, dia "dihidupkan" kembali. Apakah kamu tahu lebih banyak? Ungkapkanlah," kata Sedar sebelum gambarnya menghilang dari lapangan. Video itu juga memberikan rincian kontak polisi.

Juru bicara kepolisian Rotterdam Lillian van Duijvenbode mengatakan sehari setelah video deepfake dirilis, pihak kepolisian menerima sejumlah informasi. "Kami belum memeriksa apakah informasi ini dapat digunakan sebagai petunjuk atau tidak," kata Lillian, dikutip The Guardian, Selasa (24/5/2022).

Awalnya, polisi percaya Soares ditembak karena dia melemparkan bola salju ke sebuah kendaraan. Namun, sekarang polisi mengatakan dia merupakan korban dari "ripdeal," ketika anggota geng kriminal saling merampok. Polisi percaya Soares adalah korban yang bernasib buruk dan sekarang mencari kesaksian dari individu yang tahu tentang "ripdeal" selain saksi penembakan.

Berita Terkait
  • Teknologi Deepfake Bantu Pengujian Mobil Otonom
  • Bahaya, Teknologi Ini Berpotensi Picu Perang Antar-Negara
  • Waspadai Penyalahgunaan Teknologi 'Deepfake'
Berita Lainnya
  • Akibat Rob, Obyek Wisata Pantai Karangsong Tutup Sementara
  • Punya Pabrik Elemented Detonator, TKDN Detonator Dahana Kini Meningkat

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

Polisi Manfaatkan Deepfake untuk 'Hidupkan Kembali' Bocah yang Tewas 19 Tahun Lalu

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya