0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

kabarsurabaya
kabarsurabaya - Mon, 19 Aug 2019 21:16
Dilihat: 158
Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa PapuaPolisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa PapuaKabar Surabaya - Hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019, adalah saat bangsa Indonesia merayakan Kemerdekaannya. Namun, sayangnya di Kota Surabaya malah terjadi insiden yang di sebabkan oleh di jatuhkannya Bendera Sang Saka Merah-Putih di selokan. Banyak masyarakat yang menduga bahwa oknum yang menjatuhkan bendera tersebut adalah dari mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa Papua (AMP).


Kejadian ini tentu saja membuat warga Kota Surabaya yang tinggal di dekat Asrama Mahasiswa Papua tersebut meradang. Asrama yang terletak di jalan Kalasan III Kota surabaya ini langsung di kepung oleh puluhan warga dan beberapa organisasi masyarakat.
Semakin sore, rupanya suasana menjadi semakin panas. Mediasi yang di lakukan oleh Lurah, Camat dan beberapa aparatur negara tidak berhasil. Melihat massa yang berkumpul semakin banyak, ahkirmya pihak Kepolisian memutuskan untuk melakukan tindakan.

Tindakan yang di lakukan pihak Kepolisian ini adalah aksi yang bertujuan untuk meng-evakuasi Mahasiswa Papua yang ada di dalam asrama. Dengan Pelantang Suara pihak Kepolisian langsung menyampaikan agar Mahasiswa yang ditinggal di kawsan tersebut untuk keluar. "Atas nama undang-undang, kami meminta semua penghuni di rumah jalan Kalasan no.10 untuk segera keluar, bila tidak keluar, maka kami akan segera mengambil tindakan secara tegas" kata petugas Kepolisian dengan menggunakan pelantang suara.


Setelah di tunggu beberapa saat, dan para mahasiswa dari Kota Papua itu tidak keluar, pihak Kepolisian langsung melakukan tindakan secara tegas. Beberapa kali polisi yang ada di depan terlihat melontarkan gas air mata. Setelah berhasil membuka paksa pagar, robongan petugas Kepolisian langsung masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua tersebut.


Brigjen Dedi Prasetyo, selaku Karo Penmas Divisi Humas Polri menjelaskan kejadian tersebut bermula dari peng-rusakan Bendera Merah Putih. Hal itu membuat warga Kota surabaya melakukan pengepungan pada Asrama Mahasiswa Papua. "Trus yang di bilang Rasis itu yang mana..?", kami justru meng-evakuasi para mahasiswa ini agar tidak timbul korban" jelas Dedy.
Keributan di Asrama Mahasiswa Papua tersebut kerap terjadi. Sehingga seringkali membuat warga di sekitarnya marah. Makanya warga terprovokasi karena ada peristiwa sebelumnya. Warga ingin masuk, namun di cegah oleh Polisi. Sehingga Polisi memutuskn untuk melakukan pengamanan terhadap para Mahasiswa dari Kota Papua tersebut.


Sebanyak tiga mobil truk di gunakan oleh pihak Kepolisian untuk mengangkut para mahasiswa tersebut. Total ada 43 mahasiswa, yang terdiri dari 40 mahasiswa pria dan 3 mahasiswa wanita. Dalam proses evakuasi ini Polisi juga menemukan tas yang bercorak seperti Bendera Papua Merdeka.
Setelah proses evakuasi Mahasiswa Papua di lakukan. Warga secara spontan langsung mengibarkan bendera di depan Asrama Mahasiswa Papua tersebut. Tampak 2 orang dengan memakai kaos bertuliskan Persebaya memanjat tiang yang lumayan tinggi untuk memasang Bendera Merah Putih.

Setelah di mintai keterangan, para Mahasiswa Papua ini langsung di pulangkan lagi ke asrama mereka. Kombes Pol Frans Barung Mangera, selaku Kabid Humas polda jatim menyatakan, tidak ada Mahasiswa Papua yang di tahan. "Semua di kembalikan dalam keadaan baik, termasuk ketika di periksa, semua hak-hak mereka di berikan secara penuh" jelasnya.
Kejadian di Kota Malang dan Kota Surabaya ini rupanya memicu demo besar-besaran yang terjadi di Jayapura dan Manokwari. Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya (IKBPS) menyatakan bahwa di Kota Surabaya tidak ada yang namanya Diskriminasi maupun Pengusiran terhadap warga Papua, baik dari aparan maupun dari Pemkot Kota Surabaya.

Pieter Frans Rumaseb selaku ketua IKBPS menyatakan bahwa ada sekitar 1000 warga Papua yang tinggal di Kota Surabaya ini. "Baik Mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Kota Pahlawan ini baik-baik saja, bagi saudara-saudaraku yang ada di Kota Papua jangan terpancing oleh Isu Hoax yang tidak benar" jelasnya Pieter. "Kita sama-sama anak kandung Ibu Pertiwi, Surabaya juga bagian dari Republik ini kita bersaudara" sambungnya.
Intinya berita yang mengabarkan kalau terjadi pengusiran, kekerasan, bahkan korban jiwa adalah berita yang tidak benar, alias Hoax. (Yanuar Yudha)
Sumber: kabarsurabaya

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

Polisi Lakukan Evakuasi Asrama Mahasiswa Papua

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya