0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

Republika Online
Republika Online - Wed, 17 Jul 2019 01:01
Dilihat: 57
Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

JAKARTA -- Polda Metro Jaya menyatakan telah melayangkan surat klarifikasi ke Lembaga Sensor Film Indonesia terkait kasus pencemaran nama baik dengan kata-kata "ikan asin" dalam sebuah video yang beredar di Youtube beberapa waktu lalu. Hal tersebut untuk mengklarifikasi kebenaran tulisan dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua yang menyatakan video tersebut telah lulus sensor.

"Penyidik sudah melayangkan surat ke Lembaga Sensor Film karena dalam video tersebut ada tulisan bahwa lulus sensor dari Lembaga Sensor Film. Makanya akan kita kroscek apakah benar seperti itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/7).

Selain melayangkan surat, lanjut Argo, Polda Metro akan memanggil kembali istri Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus pencemaran nama baik itu. "Kemarin ada agenda pemeriksaan saksi terhadap Barbie Kumalasari tetapi ada surat keterangan dokter kalau menyatakan dia sakit. Diagendakan pemanggilan ulang sebagai saksi hari Rabu tanggal 17 Juli," ujarnya.

Untuk diketahui, tiga tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial, yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami resmi ditahan selama 20 hari oleh penyidik Polda Metro Jaya. Adapun, kasus ini bermula dari laporan artis Fairuz A Rafiq terhadap Galih Ginanjar, Rey dan Pablo atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Ketiga terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Galih dinilai menghina Fairuz dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey dan Pablo. Hinaan tersebut salah satunya terkait bau ikan asin.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara.

Berita Terkait
  • Polda Metro Ungkap Dampak Positif Sistem Ganjil-Genap
  • Atiqah Sebut Keluarga Sepakat tak Ajukan Banding Vonis Ratna
  • Ratna Pertimbangkan tak Ajukan Banding Atas Vonis Hakim
Berita Lainnya
  • Dua Universitas Australia Diduga Terkait Pelanggaran HAM di China
  • Formula E Jakarta Bisa Jadi Ajang Unjuk Kemampuan Indonesia

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

Polda Klarifikasi ke LSF Soal Kasus Ikan Asin

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya