0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

mediakepri
mediakepri - Fri, 08 Nov 2019 12:52
Dilihat: 108
Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Batam - Setelah melakukan penyelidikan selama sebulan lebih, Tim Ditpolairud Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster yang akan diselundupkan ke Negara Singapura, tepatnya saat berada di perairan Berakit, wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Kamis, 7 November 2019 kemarin.

Tim Ditpolairud berhasil menghadang dan menghentikan speed boat para pelaku yang membawa sebanyak 44 Box benih Lobster atau 214.100 ekor benih jenis lobster mutiara dan lobster pasir yang akan diselundupkan ke Negara Singapura.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga mengatakan, pelaku dan barang bukti lobster berangkat dari daerah Kuala Tungkal, Jambi dengan menggunakan Speed warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4 X 300 PK.

"Pelaku dan barang bukti lobster berangkat dari daerah Kuala Tungkal, Jambi, dengan menggunakan Speed warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4 X 300 PK," ujarnya di dampingi oleh Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T. S.I.K., M.Si, Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila dan Plt Ka Pangkalan PSDKP, M Syamsu R, saat Konferensi Pers di Kantor Dirpolairud Sekupang, Jum'at, 8 November 2019.

Dikatakannya, jika dihitung dengan perhitungan harga ekonomis 1 lobster jenis mutiara dihargai sebesar Rp 250 ribu perekor dan lobster jenis pasir sebesar Rp 150 ribu. Total keseluruhan mencapai sebesar Rp 33 Miliar.

Ditempat yang sama, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T. S.I.K., M.Si, mengatakan upaya penangkapan berlangsung dramatis dengan mengerahkan dua unit Speed Boat Sea Rider yang selanjutnya dibagi menjadi dua tim.

"Tim pertama bergerak sebagai pendahulu untuk memotong jalur speed boat para pelaku yang berkecepatan 55 Knot. Pengejaran terus terjadi selama 45 menit dari perairan Kijang sampai dengan memasuki perairan berakit, selanjutnya tim kedua melakukan pengejaran dan mencoba memberhentikan speed boat tersebut namun tidak diindahkan. Selanjutnya tim memberikan tiga kali tembakkan peringatan dan pelaku behasil dihentikan tepatnya di koordinat 01-14-652" N-104-43-657," imbuhnya.

Kemudian pelaku beserta Speed Boat dan barang bukti benih lobster dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan pelaku menerima upah sebanyak Rp 150 juta sekali melakukan pengiriman.

"Keempat pelaku merupakan warga Batam dengan inisial (NH) bertindak sebagai tekong, dan dibantu oleh tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) inisial M Z, R K dan J A," tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, S.Pi, M.Sc, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberhasilan dalam mencegah terjadinya penyelundupan benih lobster ini.

"Salut dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polairud Polda Kepri, atas keberhasilannya menggagalkan penyelundupan benih lobster ini," ucapnya.

Dikatakannya, untuk barang bukti lobster telah dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui reoksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus. Pada masing-masing dus terdapat 28 kantong plastik dan setiap plastik berisi 200 ekor benih.

"Total keseluruhan 214.100 ekor benih, yang terdiri dari 18.000 ekor jenis lobster mutiara dan 196.000 jenis lobster pasir, dan selanjutnya benih lobster akan dilepas liarkan di perairan Pulau Abang Batam," tuturnya.

Kerugian Negara dari hasil penyelundupan benih lobster diperkirakan sekitar 33 Miliar Rupiah lebih dengan harga pasar benih lobster jenis mutiara mempunyai nilai ekonomis antara Rp 250.000 sd Rp 300.000/ ekor, sedangkan jenis lobster pasir antara Rp 150.000 sd Rp 200.000/ekor

Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) Unit Speed Boat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk mercury 3 X 300 PK dan Benih Lobster sebanyak 44 (empat puluh empat) kotak atau sebanyak 214.100 ekor. Pelaku dijerat dengan pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia no 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp. 1.500.000.000. (satu milyar lima ratus juta rupiah). (sal)


The post Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar appeared first on mediakepri.

Sumber: mediakepri

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya