0
Thumbs Up
Thumbs Down

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

Republika Online
Republika Online - Sat, 25 Jan 2020 06:46
Dilihat: 20
PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya untuk memindahkan ibu kota negara (IKN) dari DKI Jakarta ke wilayah yang saat ini masih berada di bawah pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu aspek yang menjadi perhatian Jokowi adalah keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nantinya akan bertugas di sana.

Sesuai rencana, maka sebanyak sekitar 118.000 ASN di lingkungan kementerian/lembaga pusat harus pindah ke ibu kota baru, dimulai pada 2024 mendatang. Presiden pun menegaskan bahwa perpindahan ASN ke ibu kota baru sebagai bentuk pemerataan pusat ekonomi dari sebelumnya di Pulau Jawa saja.

"Karena magnetnya ada di sini, di Jakarta. Nah, magnetnya digeser Ke ibu kota yang baru, agar ada magnet lagi untuk pemerataan penduduk, pemerataan ekonomi. Masa semuanya pengen di sini (Jawa) semua? Saya nggak tahu apakah nanti pindah pada mau. Kalau saya sih saya paksa," ujar Presiden Jokowi dalam sambutan pencanangan Sensus Penduduk Tahun 2020 di Istana Negara, Jumat (24/1) sore.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada seluruh ASN agar siap ditugaskan di manapun, termasuk bila diminta pindah ke ibu kota negara yang baru.

Hanya saja, ujar Tjahjo, pemerintah tetap memperhatikan aspek-aspek lain termasuk kondisi pekerjaan pasangan dari setiap ASN. Misalnya saja, ada istri atau suami ASN pusat yang saat ini terikat pekerjaan di Jakarta sehingga tidak bisa ikut pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur. Kondisi itu, ujar Tjahjo, akan dipertimbangkan pemerintah. Namun, ia mengaku belum bisa memberi solusi atas kasus seperti ini.

"Jangan sampai dia nanti terpaksa pindah tapi tidak konsentrasi kerja kan repot. Mungkin ada istri atau suami yang beda kementerian/lembaga ikut dipindah ke sana. Kalau di swasta kan nggak mungkin. Kalau bolak balik pulang kan," ujar Tjahjo.

Pemerintah mencatat ada sekitar 118.000 ASN pusat yang saat ini bertugas di kementerian/lembaga di DKI Jakarta. Dari angka tersebut, sebanyak 17 persen atau sekitar 20.000 ASN akan pensiun pada 2023-2024 atau tepat saat pemindahan ibu kota dimulai. Untuk menambal kekurangan tersebut, maka pemerintah akan merekrut tambahan ASN baru dan menyerap ASN lokal di Kalimantan Timur.

Tjahjo menambahkan, pemerintah akan merampungkan proses pemetaan ASN terkait pemindahan ibu kota pada akhir 2020. Setidaknya, awal 2021 nanti para ASN sudah mendapat kepastian apakah dirinya ikut dipindahkan ke ibu kota baru atau tidak.


Berita Terkait
  • Jokowi Janjikan Ibu Kota Baru tidak Banjir dan tidak Macet
  • Wilayah Ibu Kota Baru Dilanda Tujuh Karhutla dalam Dua Hari
  • Transportasi Ibu Kota Baru Serba Elektronik dan Otomatis
Berita Lainnya
  • Mantan Pejabat OMA Ditunjuk Duterte untuk Otonomi Bangsamoro
  • Gunungkidul Vaksin 11.616 Hewan Ternak

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi: Saya Paksa

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya