0
Thumbs Up
Thumbs Down

PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

Republika Online
Republika Online - Mon, 10 Aug 2020 02:30
Dilihat: 43
PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

LAHORE - Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) baru-baru ini dilaporkan telah menolak untuk menjadi bagian dari aliansi yang diusulkan semua faksi Liga Muslim. Penolakan reunifikasi itu menjadi pukulan telak bagi semua partai untuk bersatu dalam wadah Liga Muslim.

Mengutip Express Tribune, Ahad (9/8) ada sumber rahasia yang mengatakan, gagasan aliansi yang mengarah pada kemungkinan reunifikasi telah dimunculkan kembali di antara partai-partai yang diyakini 'pro-kemapanan'. Beberapa di antaranya adalah PML-Quaid, PML-Fungsional dan Liga Muslim Awami (AML).

"Liga Muslim yang bersatu dapat mengajukan tawaran yang lebih kuat untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemilihan umum 2023," kata salah satu sumber yang tak disebut namanya.

Lanjut dia, jika PML-N setuju (reunifikasi), maka PML-Q dapat digunakan untuk memperkuat pengaruhnya di Punjab. Selain dari PML-F yang bisa digunakan untuk meningkatkan kehadirannya di Sindh.

Sumber itu menambahkan, reunifikasi dapat menopang Liga Muslim sebagai 'partai nasional' dan menghilangkan hambatan apa pun untuk menjadi pesaing nyata dalam pemilihan berikutnya.

Namun demikian, Presiden PML-N Punjab Rana Sanaullah dilaporkan menolak kemungkinan bergabung dengan faksi Liga Muslim lainnya. "Kami bahkan belum memikirkan hal ini. Topik ini belum dibahas di tingkat mana pun dalam partai kami, Ini adalah mimpi lama pendirian dan tidak akan pernah menjadi kenyataan."tegasnya.

Lebih jauh, pemimpin PML-N itu juga diketahui menepis saran dari PML-N sans Nawaz Sharif. Menurut dia, upaya seperti itu sudah dipastikan gagal. Pasalnya, bank suara yang dimiliki PML-N adalah milik Nawaz Sharif.

Ketika ditanya pendapatnya tentang aliansi Liga Muslim tanpa PML-N, Sanaullah mengatakan, partainya tidak ragu. Sambung dia, pilihan setiap pihak bisa dilakukan, begitu pun dengan pihak lain yang bisa berkumpul jika mereka suka.

''Kami tidak mengakui mereka sebagai Liga Muslim dan kami tidak melihat mereka sebagai ancaman, "katanya.


Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PML-F Muhammad Ali Durrani mengatakan konsensus menyoal tantangan keamanan dan ekonomi yang melanda Pakistan hanya akan dimungkinkan selesai melalui partai nasional. "Jika faksi Liga Muslim bersekutu, maka dengan mudah mereka akan membentuk partai nasional yang kuat," ujarnya.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim
    • Militansi Penyuluh Penentu Transformasi BPP KostraTani

    PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

    PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

    PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

    PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

    PML-N Tolak Isu Reunifikasi Liga Muslim

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya