0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

Republika Online
Republika Online - Wed, 15 Sep 2021 10:27
Dilihat: 31
Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

JAKARTA -- Pemilihan Presiden 2024 dinilai akan menjadi ajang pertarungan antara ketua umum partai. Mempunyai kendaraan politik dan elektabilitas lebih kuat dibandingkan kepala daerah, sosok ketum partai lebih diunggulkan maju di pilpres.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, kans pimpinan partai seperti, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, AHY, Zulkifli Hasan, hingga Puan unuk bertarung di pilpres terbuka lebar. Tidak adanya pejawat membuka peluang para pimpinan partai itu didukung ketimbang elite partai.

"Sangat mungkin akan terjadi pertarungan antar elite partai vs ketua partai," kata Adi saat dihubungi Selasa (14/9).

Adi itu mencontohkan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang dinilai sangat realistis maju di Pilpres 2024. Menko Perekonomian itu juga didukung oleh DPD dan DPC Partai Golkar di daerah.

"Airlangga Hartarto sangat realistis maju, sebagai Ketum Golkar yang punya trah politik maju sendiri," ujar Adi.

Selain Airlangga, sosok Puan Maharani juga lebih diunggulkan ketimbang rekan separtainya di PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Meski Ganjar lebih populer, Puan lebih diunggulkan maju di Pilpres 2024.

Begitu pun sosok Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno. Keduanya potensial maju karena posisi Gerindra yang signifikan.

Adi menyebut pertarungan pimpinan partai mungkin terjadi. Apalagi pada 2024 tak ada pejawat. Mereka berharap pada coattail effect atau efek ekor jas.

"Justru nama-nama populer seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar bakal kesulitan maju karena persoalan dukungan partai. Pilpres 2024 elite partai sepertinya tak akan mau memberikan karpet merah ke sosok yang bukan kader mereka," ujar Adi.

Selain itu, sosok yang pantas maju di pilpres adalah yang tebukti bisa mengatasi kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat. Serta memastikan memastikan ekonomi dan demokrasi sama-sama tumbuh bersamaan.


"Ekonomi maju tapi demokrasi tak sehat itu tak ada gunanya. Sebaliknya, demokrasi maju namun ekonomi babak belur juga percuma," kata Adi.

Berita Terkait
  • Iwan Fals Tantang Sandiaga Jadi Presiden Lewat Cuitannya
  • Penghasilan Turun,Pedagang Sayur Curhat ke Sandiaga
  • Penambahan Masa Jabatan Presiden Semakin tidak Mungkin
Berita Lainnya
  • Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai
  • Rupiah Berpotensi Melemah Pascarilis Data Inflasi AS

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

Pilpres 2024 Dinilai Panggung Pertarungan Ketua Partai

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya