0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

Republika Online
Republika Online - Tue, 29 Sep 2020 14:20
Dilihat: 48
Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

YOGYAKARTA -- Muhammadiyah membuat kembali tempat isolasi untuk Covid-19. Diinisiasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, kali ini tempat yang disebut Pesantren Covid-19 itu jadi tempat isolasi khusus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pesantren Covid-19 memang bukan nama resmi tempat tersebut. Itu merupakan obrolan Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin dan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiya, Agus Taufiqurrahman.

Namun, program-program yang disediakan tempat isolasi itu memang seperti pesantren kilat yang padat aktivitas. Sejak 04.00-21.00, selain istirahat, hampir tidak ada waktu kosong yang membiarkan santri-santri tanpa kegiatan.

Salah satu lulusannya, Dede Haris, menceritakan pengalamannya selama berada di Pesantren Covid-19 Muhammadiyah. Usai melakukan tes swab, Dede sendiri mengetahui kalau dirinya terkonfirmasi positif pada 15 September 2020.

Awalnya, Dede dan beberapa rekan hendak melakukan isolasi mandiri di tempat kerjanya, namun ditolak oleh pengurus-pengurus RT/RW setempat. Akhirnya, ia melakukan komunikasi ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk lakukan isolasi.

"Asrama Bidang PP Aisyiyah (Pesantren Covid-19) awalnya untuk nakes RS PKU yang terpapar, seiring berjalan waktu tempat dibuka untuk warga Muhammadiyah, bahkan kini dibuka untuk masyarakat umum," kata Dede kepada Republika, Senin (28/9).

Dede merasa bersyukur karena di tengah-tengah banyaknya penolakan masyarakat kala itu ia dan beberapa rekannya mendapat tempat isolasi yang cukup nyaman. Terlebih, mengingat kebutuhan tempat isolasi yang tinggi di Yogyakarta.

Belum lagi, ada santri-santri yang pernah melakukan isolasi di tempat lain sempat menceritakan pengalaman selama melakukan karantina. Sayangnya, cerita yang mereka bagikan selama karantina di tempat-tempat itu cukup menyedihkan.

Cerita itu sendiri dibagikan selama kultum atau sesi cerita yang biasanya dilaksanakan setelah shalat wajib berjamaah. Berbanding jauh dengan yang mereka alami selama di Pesantren Covid-19, Dede mengaku semakin bersyukur.

"Jadi, memang betul-betul seperti pesantren. Ketika kami masuk ke sana, yang pertama ditekankan itu tidak cuma imun yang harus meningkat, tapi iman harus meningkat," ujar Dede.

Mulai dari shalat wajib, shalat sunnah seperti tahajud dan dhuha, tadarus Alquran tiap selesai shalat sampai pengajian dan kajian melalui Zoom Meeting ada. Bahkan, beragam sarana dan agenda olah raga serta WiFi sudah disediakan.

Selain itu, Pesantren Covid-19 melakukan pemeriksaan kesehatan setiap hari. Jadi, perkembangan-perkembangan kesehatan terus dipantau, bahkan sudah ada WhatsApp grup yang memudahkan laporan kesehatan harian mereka disampaikan.

"Setelah magrib kita biasanya cek kesehatan lagi. Nah, setelah isya, PKU mengadakan PKU with You melalui Zoom yang diisi pengajian, cerita-cerita penyintas, yang sudah alumni, dan kini meluas jadi Muhammadiyah with You," kata Dede.

Menurut Dede, konsep yang dilakukan Muhammadiyah atau PPA melalui Pesantren Covid-19 membuat mereka sangat nyaman. Sebab, walau tetap disiplin protokol kesehatan, mereka tidak merasa sendiri dan mereka saling memberi semangat.

Bahkan, Dede mengaku sangat terharu karena mendapat perhatian yang luar biasa selama karantina dan membuat asupan gizi tercukupi. Ia bersyukur usai isolasi beberapa kali sudah negatif dan dinyatakan pula lulus Pesantren Covid-19.


"Kami jujur bersyukur sekali, berterima kasih ke PP Muhammadiyah melalui PKU, MCCC dan lain-lain karena dukungan luar biasa, saya tegar menghadapi ini tapi justru menangis mendapat perhatian lebih dari rekan-rekan," ujar Dede.

Berita Terkait
  • Puasa Dawud dalam Pandangan Muhammadiyah
  • Lanjutkan Pilkada, Muhammadiyah Anggap Pemerintah Gegabah
  • Muhammadiyah Buat Isolasi Covid-19 Layaknya Pesantren Kilat
Berita Lainnya
  • Pemprov Babel Targetkan Nilai PISA Siswa Babel Capai 415
  • In Picture: Mengenal Pondok Tasawuf Underground

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

Pesantren Covid-19 Muhammadiyah: Tingkatkan Imun dan Iman

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya