0
Thumbs Up
Thumbs Down

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

Republika Online
Republika Online - Wed, 01 Apr 2020 20:17
Dilihat: 27
Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

JAKARTA -- Penanganan limbah medis Covid-19 harus diolah dengan baik. Selain potensi infeksi, terdapat juga risiko limbah infeksius itu dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab yang ingin mencari untung.

"Ini yang perlu menjadi perhatian kita semua," kata anggota Kompartemen Manajemen Penunjang Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Muhammad Nasir dalam diskusi tentang penanganan limbah rumah sakit yang diadakan Persi secara streaming di Jakarta, Rabu.

Jenis limbah yang dihasilkan dalam perawatan pasien Covid-19 antara lain adalah spesimen pasien, bahan farmasi bekas, alat kesehatan bekas, kemasan bekas makanan dan minuman pasien, serta alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh pasien dan tenaga medis. Nasir juga memperingatkan kemungkinan limbah Covid-19 menjadi sumber penyebaran virus, baik secara lokal di rumah sakit maupun regional setelah diangkut keluar dari fasilitas layanan kesehatan.

Di rumah sakit, menurut Nasir, modus kegagalan bisa terjadi karena tidak mematuhi prosedur penanganan limbah medis Covid-19. Kegagalan pengawasan dalam tahap pewadahan limbah, pengangkutan oleh rumah sakit, dan pemanfaatan secara ilegal oleh petugas yang tidak bertanggung jawab juga mungkin terjadi.

"Di regional, modus kegagalannya adalah bagaimana nanti lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah dan kemudian terjadi pemanfaatan ilegal," kata dia.

Untuk itu, menurut Nasir, perlu langkah prapenanganan limbah, seperti mengidentifikasi, mengklasifikasi untuk membedakan antara limbah Covid-19 dan medis biasa, dan mengomunikasikan pengkhususan itu dengan simbol. Di titik penanganan perlu langkah sangat berhati-hati dalam proses pewadahan, pengangkutan dan penyimpanan karena merupakan titik kritis infeksi.

Nasir juga mempertegas bahwa di bagian proses pengolahan oleh pihak ketiga juga terdapat titik kritis infeksi dan pemanfaatan ilegal. Hal yang sama juga diutarakan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Imran Agus Nurali yang mengatakan, harus ada proses disinfeksi APD, khususnya untuk masker bedah sekali pakai yang digunakan juga secara umum.


"Konsep kami mengurangi infeksiusnya. Jadi masker pribadi yang sudah dipakai itu dicelupkan dalam detergen kemudian setelah itu dirusak baru nanti dibuang," kata Imran, yang juga menjadi pembicara di diskusi tersebut.

Berita Terkait
  • Komunitas Turun Tangan Jakarta Bagikan 4.000 Paket Kesehatan
  • Belasan Personel Polda Maluku Jalani Karantina
  • Banyak Orang Jadi Sering Marah-Marah Sejak Corona Mewabah
Berita Lainnya
  • Istana Ungkap Alasan Presiden Pilih PSBB Dibanding Lockdown
  • BPS: Kunjungan Turis Asing pada Februari Anjlok 30,42 Persen

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

Persi: Waspadai Pemanfaatan Ilegal Limbah Medis Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya