0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

Republika Online
Republika Online - Fri, 02 Oct 2020 04:10
Dilihat: 72
Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

JAKARTA -- Sebuah studi terbaru menemukan bahwa sekitar sembilan dari 10 pasien infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) mengalami efek samping dari penyakit tersebut. Dalam penelitian pendahuluan di Korea Selatan (Korsel) juga menemukan bahwa lebih dari 90 persen responden survei daring melaporkan menderita setidaknya satu efek samping.

Sebagai contoh, efek samping berupa kelelahan dan hilangnya indera perasa serta penciuman yang berkelanjutan. Survei di Korea Selatan melibatkan 965 pasien yang pulih, dengan 879 responden melaporkan setidaknya satu efek samping.

Secara lebih khusus, sekitar 26,2 persen responden mengatakan mengalami kelelahan. Sementara itu, mereka yang kesulitan konsentrasi menyusul di belakang sebanyak 24,6 persen.

Berita tentang survei tersebut muncul setelah sebuah studi yang dilakukan oleh seorang peneliti di Rumah Sakit St. James dan Trinity Translational Medicine Institute, Trinity College, Dublin, Irlandia, dan lainnya menemukan bahwa lebih dari setengah peserta studi yang telah pulih dari Covid-19 masih mengalami kelelahan terus-menerus, terkait dengan penyakit.

Hampir 56 persen pasien dinilai membutuhkan rawat inap. sementara 44,5 persen tidak. Pada akhirnya, para peneliti menentukan bahwa lebih dari separuh peserta, tepatnya 52,3 persen, melaporkan kelelahan terus-menerus, bahkan setelah mereka sembuh dari Covid-19.

Terlebih, efek samping itu terjadi pada pasien yang tidak memerlukan rawat inap atau yang berarti mereka hanya mengalami Covid-19 dengan gejala ringan saja. Mereka masih melaporkan kelelahan yang bertahan lama setelah infeksi virus corona jenis baru terjadi.

"Kelelahan ditemukan terjadi terlepas dari masuk ke rumah sakit, mempengaruhi kedua kelompok secara setara," ujar Liam Townsend, dari Rumah Sakit St. James dan Institut Kedokteran Translasional Trinity, yang memimpin penelitian terbaru, dilansir Fox News, Kamis (1/10).

Townsend mengatakan, studi terbaru menunjukkan bahwa dampak virus corona jenis baru adalah lebih dari sekadar penyakit menular. Ini juga memengaruhi aspek lain dari tubuh kita.

Studi lain juga menunjukkan dampak pada sistem kardiovaskular dan neurologis bagi sebagian orang. John Whyte, kepala petugas medis WebMD, mengaku terkejut bahwa kelelahan yang terjadi tidak berkorelasi dengan tingkat keparahan infeksi.


"Ini adalah sesuatu yang harus kami perhatikan dengan cermat dan mencari prediktor mengenai siapa yang mungkin mengalami kelelahan jangka panjang. Dengan begitu, kami mungkin dapat mengobatinya secara lebih efektif," jelas Whyte, yang tidak terlibat dalam penelitian terbaru.

Berita Terkait
  • Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bantul Bertambah Lima Orang
  • Pelaku Pariwisata: Patuhi Protokol Kesehatan Jadi Harga Mati
  • Pakar: Masyarakat Butuh Panutan Terapkan Protokol Kesehatan
Berita Lainnya
  • Penyintas Alami Efek Samping Covid-19
  • GAPKI Sayangkan Maraknya Produk dengan Label Palm Oil Free

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

Penyintas Alami Efek Samping Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya