0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

okezone
okezone - Fri, 29 May 2020 11:50
Dilihat: 38
Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

JAKARTA - Aparat TNI-Polri menangkap Ruslan Buton di rumah keluarganya di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara diciduk usai membuat surat terbuka meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Ferry Walintukan menuturkan kronologi penangkapan Ruslan Buton. (Penangkapan) pada Kamis (28 Mei) sekitar pukul 10.30 waktu setempat," ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Tim juga menyita handphone beserta kartu SIM dan KTP milik Ruslan Buton.

Dari pemeriksaan awal tim gabungan, Ruslan mengakui bahwa rekaman yang meminta Presiden Jokowi untuk mundur dari jabatannya adalah benar suaranya.

"Rekaman itu dibuat tanggal 18 Mei 2020, direkam menggunakan barang bukti (telepon genggam) milik pelaku," ujar Ferry.

Usai merekam suara tersebut, Ruslan kemudian menyebarkannya ke grup WhatsApp (WA) Serdadu Eks Trimatra. Rekaman suara tersebut kemudian viral dan berujung ditangkapnya Ruslan Buton.

"Kasus ini ditangani Mabes Polri, kami hanya mendampingi penangkapan," tambah Ferry.

Ruslan sebelumnya membuat pernyataan terbuka kepada Presiden Joko Widodo dalam bentuk video dan viral di media sosial pada 18 Mei 2020 lalu. Ruslan menilai bahwa tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat.

Selain itu, Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Menurut Ruslan, solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah Jokowi rela untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

"Bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat," tutur Ruslan.

Baca juga: Ruslan Buton Ditangkap usai Minta Mundur Jokowi

Sebagaimana diketahui, Ruslan merupakan mantan perwira menengah TNI AD. Pangkat terakhirnya sebelum dipecat adalah kapten infanteri.

Kala menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau, Ruslan terlibat dalam kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017.

Pengadilan Militer Ambon pada 6 Juni 2018 menghukum Ruslan 1 tahun 10 bulan penjara dan dipecat dari kedinasan TNI AD. Setelah dipecat, Ruslan membentuk kelompok mantan Prajurit TNI dari 3 matra darat, laut, dan udara yang disebut Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

Sumber: okezone

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

Penjelasan Polda Sultra soal Penangkapan Ruslan Buton

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya