0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Republika Online
Republika Online - Sat, 19 Sep 2020 17:36
Dilihat: 44
Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

TORONTO -- Seorang relawan Muslim yang bertugas menjaga masjid Toronto, Kanada meninggal dunia akibat tikaman pada leher. Pelaku pembunuhan tersebut saat ini telah diamankan oleh kepolisian Kanada.

Pelaku pembunuhan Mohamed-Aslim Zafis (58 tahun) adalah Guilherme "William" Von Neutegem. Polisi berhasil mengamankan William pada Jumat (18/9). William didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama.

Menurut keterangan kepolisian, laki-laki berusia 34 tahun itu mendekati Zafis yang sedang duduk di kursi di luar pintu depan masjid. William kemudian menikamnya sekali dan Zafis dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian

Hanya saja, polisi belum menemukan adanya motif dari penyerangan tersebut. Hubungan antara pelaku dan korban juga belum diketahui.

"Tampaknya tidak ada motif apa pun," ujar seorang juru bicara kepolisian Toronto mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat.

Zafis ditikam secara tiba-tiba pada 12 September lalu di luar masjid Organisasi Muslim Internasional Toronto di Etobicoke, Ontario, tepat di sebelah barat Toronto. Zafis menjadi sukarelawan dengan menjaga masjid dan memastikan jamaah mengikuti protokol kesehatan dan keamanan Covid-19.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) berterima kasih kepada polisi Toronto karena melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan Zafis. NCCM juga meminta agar polisi dapat mengungkap motif pelaku atas pembunuhan tersebut.

"Mengingat fakta saudara kami, dibunuh secara brutal di tempat parkir masjid dan mengingat insiden lain yang telah terjadi di dalam dan sekitar Toronto, kami menyerukan kepada Dinas Kepolisian Toronto untuk menyelidiki ini sebagai kemungkinan pembunuhan bermotif kebencian," ujar CEO NCCM, Mustafa Farooq, dilansir di Aljazirah, Sabtu (19/9).

Farooq menuturkan, pembunuhan terhadap Zafis tidak hanya mengguncang anggota komunitas Muslim lokal, tetapi juga seluruh lingkungan dan orang-orang di Kanada. Masyarakat menjadi khawatir dan takut pascapenikaman malam itu.

"Ini adalah tempat yang aman, damai dan bercahaya, dan serangan ini benar-benar, serangan terhadap semua ketidaktahuan kita," ujar Farooq.

NCCM mengatakan berencana mengadakan aksi berjaga-jaga untuk Zafis pada Sabtu malam di luar masjid tempat dia dibunuh, dan menegaskan kembali tuntutannya kepada polisi untuk menyelidiki insiden itu.

https://www.aljazeera.com/news/2020/09/canada-muslim-group-murder-investigated-hate-motivated-200918214123249.html


Berita Terkait
  • Polisi Tangkap Penikam Pengurus Masjid Toronto
  • Relawan Masjid Toronto yang Ditusuk Kerap Bagikan Makanan
  • Pascapenusukan, Jamaah Masjid Toronto Diimbau Waspada
Berita Lainnya
  • RSKI Pulau Galang Rawat 199 Pasien Terkonfirmasi Covid-19
  • Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

Penikaman Masjid Toronto, Mungkinkah Bermotif Kebencian?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya