0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

Republika Online
Republika Online - Wed, 17 Aug 2022 07:59
Dilihat: 87
Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

CAPE TOWN -- Penguin afrika yang sudah terancam punah kian terusir dari habitat aslinya di lepas pantai timur Afrika Selatan. Kondisi itu terjadi akibat kebisingan dari pengisian bahan bakar kapal.

Jumlah penguin Afrika di pulau St Croix di Teluk Algoa--yang pernah menjadi koloni perkembangbiakan burung terbesar di dunia ini--telah merosot. Penurunan ini terjadi sejak Afrika Selatan mulai mengizinkan kapal-kapal di daerah itu untuk mengisi bahan bakar di laut, sebuah proses yang dikenal sebagai bunkering, enam tahun lalu.

Teluk Algoa terletak di jalur pelayaran yang sibuk di sepanjang pantai timur Afrika Selatan. Daerah ini kaya akan kehidupan laut dan burung serta tempat paus berkeliaran.

"Kami menemukan tingkat kebisingan, yang tadinya sudah tinggi, menjadi dua kali lipat sejak bunkering dimulai," ujar pejabat direktur Institut Penelitian Pesisir dan Kelautan di Nelson Mandela University, Lorien Pichegru.

Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan, tingkat kebisingan yang meningkat memengaruhi kemampuan hewan laut untuk mengarungi perairan untuk menemukan mangsa. Suasana bising juga mengacaukan komunikasi dan navigasi penguin.

"Tahun ini kami memiliki 1.200 pasangan pembiakan di St Croix dari 8.500 pasangan pada tahun 2016, penurunan hampir 85 persen sejak bunkering dimulai di Afrika Selatan," kata pemimpin penelitian yang telah ditinjau sejawat dan diterbitkan pada 10 Agustus 2022 di jurnal Science of the Total Environment.

Studi baru ini adalah yang pertama untuk mengeksplorasi dampak polusi suara lalu lintas maritim pada burung laut. Penelitian ini pun menunjukan konsekuensi dari kegiatan bunkering lepas pantai pada tingkat kebisingan bawah air.


Otoritas Keselamatan Maritim Afrika Selatan (SAMSA) pada 2016 memberikan lisensi operator bunkering lepas pantai pertama negara itu kepada Aegean Marine dalam tender tertutup yang kontroversial. Setelah itu, masih ada dua lisensi berikutnya untuk SA Marine Fuels dan Heron Marine masing-masing pada 2018 dan 2019.

Berita Terkait
  • BKSDA Sumbar Lepasliarkan 2 Ekor Beruk Mentawai
  • Afrika Selatan Izinkan Perburuan Hewan Besar
  • 13 Kura-Kura Rote Dipulangkan dari Singapura ke NTT
Berita Lainnya
  • Manusia Mulai Tularkan Cacar Monyet ke Hewan Peliharaan, Ini Rekomendasi CDC
  • Menuju Gemilang Prestasi Olahraga

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

Penguin Afrika Kian Terancam Punah, Terusik Kebisingan Pengisian Bahan Bakar Kapal di Laut

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya