0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

Republika Online
Republika Online - Sat, 12 Oct 2019 05:52
Dilihat: 53
Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

JAKARTA -- Orang dewasa muda yang tidak memiliki pendapatan stabil, atau menerima pemotongan gaji yang besar, dalam jangka waktu panjang akan memiliki kesehatan otak yang buruk.

Menurut penelitian terbaru, kesehatan otak para pekerja dengan penghasilan tidak stabil nantinya pada usia paruh baya akan lebih buruk dibandingkan dengan orang yang berpenghasilan tetap.

Para peneliti mengumpulkan data pendapatan selama dua dekade untuk 3.287 orang dewasa, dimulai pada 1990 ketika mereka berusia 23 hingga 35 tahun. Mereka menilai volatilitas pendapatan berdasarkan pada seberapa banyak pendapatan naik atau turun dari satu tahun ke tahun berikutnya, dan juga menghitung berapa kali pendapatan peserta turun setidaknya 25 persen.

Orang-orang yang mengalami volatilitas pendapatan yang lebih besar dan lebih banyak pemotongan gaji memiliki skor lebih buruk untuk kecepatan pemrosesan dan fungsi eksekutif dalam tes kognitif pada tahun 2010.

Pemindaian otak tahun itu juga menunjukkan berkurangnya materi putih ikat dan integritas struktural yang lebih buruk bagi orang-orang yang mengalami lebih banyak volatilitas pendapatan dan pemotongan gaji.

"Secara keseluruhan, volatilitas pendapatan dan kondisi sosial ekonomi yang tidak menguntungkan dapat meningkatkan paparan terhadap beberapa faktor risiko kesehatan otak yang buruk," kata Adina Zeki Al Hazzouri, peneliti di Mailman School of Public Health di Universitas Columbia di New York City.

Dia menjelaskan, individu yang mengalami fluktuasi pendapatan penting mungkin lebih berisiko terhadap faktor risiko kardiovaskular, depresi atau stres yang dirasakan, yang pada gilirannya terkait dengan kesehatan kognitif yang buruk.

Selain itu, mereka mungkin memiliki akses yang lebih rendah ke layanan kesehatan berkualitas tinggi, yang dapat mengakibatkan manajemen yang lebih buruk dari faktor-faktor risiko ini, dan mempotensiasi dampaknya terhadap kesehatan otak.


Perubahan nilai tes kognitif dan pemindaian otak tampaknya tidak berbeda ketika para peneliti hanya melihat peserta dengan pendidikan terbanyak. Hampir setengah dari peserta, 1.780 orang, tidak memiliki penurunan pendapatan 25 persen atau lebih selama masa studi. Orang-orang dalam grup ini memiliki pendapatan tahunan rata-rata 39.681 dolar AS (Rp 555 juta).

Berita Terkait
  • Tetris dan Candy Crush Bantu Deteksi Penurunan Kognitif
  • Belajar Banyak Bahasa Kurangi Risiko Pikun
  • Aerobik Teratur Bantu Tingkatkan Kesehatan Otak
Berita Lainnya
  • 59 Budayawan dan Seniman dapat Penghargaan dari Kemendikbud
  • Korban Demo Akbar Alam Sempat Mengunggah Status di Instagram

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

Penghasilan tak Stabil Bisa Pengaruhi Otak

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya