0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

Nusabali
Nusabali - Tue, 17 Mar 2020 12:47
Dilihat: 32
Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun
Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Arisuparmi terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan," tegas JPU di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Ari langsung menyampaikan pembelaan (pledoi) secara lisan. "Saya menyesal. Saya mohon diberi keringanan hukuman," ujarnya dengan nada menyesal. Hakim baru akan membacakan putusan usai Hari Raya Nyepi.

Perbuatan keji yang dilakukan terdakwa ini berawal pada Kamis 12 November sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, terdakwa ditinggal kekasihnya di kos bersama anak korban. Tak berselang lama, anak korban terbangun dan langsung menangis mencari ibunya. Terdakwa kemudian berusaha menenangkan anak korban dengan mengendongnya. Namun anak korban tetap menangis dan berontak karena takut kepada terdakwa. "Agar anak korban tidak berontak, terdakwa mencengkaram leher anak korban dan meletakannya diatas kasur sembari diberikan dot berisi susu," beber Jaksa Ari.

Tindakan keji terdakwa kemudian berlanjut. Terdakwa menganiaya anak korban dengan memukul punggung dengan keras sebanyak tiga kali, dan dibagian kepala sebanyak tiga kali. Anak korban pun tambah menangis dengan keras. "Lalu karena emosi terdakwa lalu berdiri dan menginjak paha anak korban dengan kaki kanan tanpa alas kaki sehingga anak korban terdiam dan tertidur di kasur," ungkap Jaksa Ari.

Selanjutkan saksi KDR datang dan melihat anaknya tidur berselimutkan kain. Lalu dia menanyakan ke terdakwa apakah anaknya sempat menangis, dan terdakwa mengatakan tidak ada. Kemudian datang saksi HS bersama saksi MPH untuk menjemput anak korban. Ketika digendong oleh neneknya, anak korban berteriak kesakitan. Terlihat kaki kanan anak korban bengkak. Selanjutnya anak korban dibawa pergi dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil visum et repertum, pada diri anak korban terdakwa luka lecet dan lebam. Sementara pada paha kanan mengalami patah tulang. *rez
Sumber: Nusabali

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

Penganiaya Anak Hingga Patah Tulang Dituntut 3 Tahun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya