0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

Republika Online
Republika Online - Fri, 14 Jun 2019 14:09
Dilihat: 38
Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menegaskan, tidak ada agenda pemeriksaan terhadap Kivlan Zein pada hari Jumat ini (14/6). Hal itu disampaikan membantah pernyataan kuasa hukum Kivlan Zein, Muhammad Yuntri yang menyebut kliennya akan diperiksa terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal.

"Gak ada (agenda pemeriksaan)," tegas Argo singkat menanggapi pernyataan kuasa hukum Kivlan Zein.

Kuasa hukum Kivlan Zein Muhammad Yuntri menyebut kliennya Jumat siang ini akan diperiksa di Polda Metro Jaya terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal. "Iya rencananya jam 13.00 WIB. (Terkait kasus) senpi. Diperiksa di Jatanras Ditreskrimum, didampingi oleh kuasa hukum. Saya datang nanti jam 13:00 WIB," kata Yuntri saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian juga mengatakan bahwa agenda pemeriksaan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tersebut tidak dijadwalkan Jumat siang ini.

"Enggak ada agenda ya hari ini," ujar Jerry.

Adapun penyidik Ditreskrimum AKP Nico Purba menyatakan hal yang sama, yang mengatakan jajaran Polda Metro Jaya tengah fokus pengamanan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). "Kan semua pada pengamanan. Semua pada di MK. Jadi saya enggak monitor ada pemeriksaan," ujarnya.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 29 Mei 2019. Ia ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta Selatan. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan makar di Bareskrim Polri.

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21 hingga 22 Mei 2019 lalu. Sebelumnya, polisi telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga menunggangi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21 hingga 22 Mei 2019 lalu.

Enam orang itu yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Dari kelompok tersebut, kepolisian menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api di antaranya rakitan.


Berita Terkait
  • 16 Negara Ikuti Sungailiat Triathlon 2019
  • Skuat Timnas Basket Putra Mulai Komplet Berlatih
  • Lee Chong Wei Umumkan Pensiun dari Bulu Tangkis
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

Pengacara Sebut Kivlan Diperiksa, Polisi: Tidak Ada Agenda

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya