-
Jadwal Imsak Provinsi Bali Selasa 28 Maret 2023, Cek Lokasi dan Waktunya!
46 menit lalu -
Ada Apa dengan KPK, Mengapa Wamenkumham Diistimewakan terkait Laporan IPW? Sungguh Mencurigakan
57 menit lalu -
Bali United Permalukan Arema FC 3-1 di Liga 1 2022-2023, Stefano Cugurra Puji Ilija Spasojevic Cs
51 menit lalu -
Tanggapan Francesco Bagnaia soal Banyaknya Kecelakaan di MotoGP Portugal 2023: Tergantung Masing-Masing Pembalap
57 menit lalu -
HT Lantik Mantan Bupati Ali Mukhni Jadi Ketua DPW Partai Perindo Sumbar
58 menit lalu -
Shin Tae-yong Minta Timnas Indonesia Hajar Burundi di Laga Kedua FIFA Matchday Maret 2023, Ini Penyebabnya!
27 menit lalu -
Oppo Reno8 5G Sunkissed Beige Dirilis dengan Spesifikasi RAM 12 GB, Yuk Cek Harganya!
44 menit lalu -
Manuver Berkelas KST Dukung Ganjar, Bukber Sambil Bagi-bagi Oli
57 menit lalu -
Pernah jadi Korban Bullying, Rafael Tan Sempat Terpancing Mau...
43 menit lalu -
Banyak Pecahkan Rekor, Ronaldo Masih Pemain Penting di Timnas Portugal
27 menit lalu -
7 Gaya Rachel Florencia yang Diduga Pacar Baru Reza Arap, Bikin Salfok!
57 menit lalu -
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Penduduk di Pasar Manggis Jaksel
19 menit lalu
0
Peneliti SMAN 1 Denpasar Berjaya Thailand Inventors Day 2023

Mengirim dua tim, kontingen SMAN 1 Denpasar meraih satu emas dan satu perak. Tim peneliti beranggotakan Sang Ayu Rania Callista Astarina,17, Putu Narantara Abhyasta Demetrias,16, Ida Ayu Dihyandra Putri Pramana,16, Ida Bagus Bentara Baruna Sidemen,16, dan Anak Agung Istri Yuri Pratista Savitri,16. Mereka berhasil menggondol medali emas setelah mempresentasikan hasil penelitian mereka bertema insektisida organik.
Salah satu siswa peneliti Anak Agung Istri Yuri Pratista Savitri mengungkapkan di Bangkok dia dan tim mempresentasikan penelitian berjudul 'BISHOF, an Eco Friendly Bio Insecticide from Red Onion (Shallot) Skin and Frangipani Flower'. Presentasi yang dilakukan berupa pemaparan langsung dan poster.
"Produk-produk insektisida yang ada di pasaran berbahan sintetis cukup berbahaya apalagi dalam ruangan, jadi kami buat yang lebih aman untuk kulit," ujar Ayu Rani ditemui di sekolahnya, Rabu (8/2). Siswi kelas X1 ini menjelaskan, penelitian menggunakan bahan dasar kulit bawang merah dan bunga kamboja tersebut sudah dilakukan dua bulan sebelumnya di sekolah. Untuk mencari ampas kulit bawang merah anggota tim mencari di para pedagang bawang merah di pasar-pasar. Sementara untuk jentik nyamuk mereka harus blusukan ke pasar-pasar burung.
"Kita uji ke nyamuk dan hasilnya cukup efektif," sebut Ayu yang bercita-cita menjadi dokter ini. Tim peneliti kedua SMAN 1 Denpasar terdiri dari Putu Devi Savitri,15, Ni Komang Galuh Supraptimuni,16, Ida Bagus Made Karang Pramana,15, dan Bagus Indra Aditya Dharmaachyuta,16. Mereka berhasil membawa pulang medali perak setelah membawakan hasil penelitian mereka berjudul 'COCOPAN: Noise Absorb Made From a Mixture of Coconut Leaf Waste (Cocos nucifera L) and Pandan Leaves (Pandanus amaryllifolius) As an Alternative to Waste Processing for Ceremonial Material'.
Devi Savitri mengatakan penelitian tersebut menghasilkan produk peredam suara menggunakan bahan dasar limbah daun kelapa dan daun pandan. Mereka memanfaatkan limbah upakara seperti canang sari yang diketahui menggunakan bahan janur dan daun pandan. "Di Bali, limbah dari kegiatan upacara agama itu kan banyak banget. Kita punya ide gimana cara nge-reduce sampah-sampah tersebut," kata Devi Savitri.
Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Denpasar, Made Rida SPd MPd mengatakan sebuah kebanggaan siswanya dapat mewakili Bali dan Indonesia meraih prestasi medali emas dan perak. Khusus medali emas bahkan hanya dua tim SMA di Indonesia yang berhasil membawa pulang medali tertinggi.
Made Rida juga memberikan apresiasi kepada para siswanya yang memiliki inisiatif melakukan penelitian. Ia berharap penelitian-penelitian tersebut nantinya dapat dikembangkan lagi untuk menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat. "Jika penelitian-penelitian seperti ini bisa tumbuh akan bisa memajukan, pertama ilmu pengetahuan dan kedua memajukan daerah mereka masing-masing. Jadi penelitian di SMA ini seharusnya lebih ditingkatkan lagi," ujarnya. *cr78
Sumber: Nusabali
Berita Terkait
Berita Populer Dari Nusabali