0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Republika Online
Republika Online - Fri, 25 Sep 2020 05:32
Dilihat: 56
Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat  tidak Relevan

JAKARTA -- Belakangan publik dihebohkan dengan isu pendidikan sexual consent (persetujuan seksual) yang dinilai banyak pihak, terutama organisasi yang peduli terhadap masalah anak dan perempuan, sebagai hal yang menyimpang.

Menyikapi hal tersebut, Pemuda Hidayatullah sebagai lembaga yang konsen membangun mental dan karakter kaum muda sesuai dengan nilai-nilai peradaban Islam dan nilai-nilai luhur bangsa, menilai bahwa pendidikan sexual consent sangat tidak relevan dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

"Mencegah kejahatan seksual melalui pendekatan sexual consent bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara, nilai-nilai agama dan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kesopanan dan kesusilaan," kata Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (24/9).

Ia menegaskan, jika yang dimaksud dengan pendidikan yang mengundang kegaduhan itu adalah dalam rangka mencegah perkosaan, pelecehan dan perilaku seksual menyimpang, maka langkah yang tepat adalah menguatkan nilai religiusitas generasi muda, termasuk moral, dan dorongan untuk hidupnya norma sosial di negeri ini.

"Bukan pendekatan persetujuan (suka sama suka), yang justru rawan atau potensial menjadi legitimasi seks bebas. Terlebih jika pendidikan ini disampaikan tanpa menekankan pentingya pernikahan," ujarnya.

Lebih dari itu, Imam menambahkan, pendidikan sexual consent ini jika dibiarkan apalagi membudaya maka bukan tidak mungkin ini akan meruntuhkan nilai-nilai sakral dan luhur dalam budaya masyarakat, seperti pernikahan dan pentingnya keluarga.

"Bayangkan jika ini legal atau setidak-tidaknya dipandang 'baik' oleh anak-anak muda , maka orang boleh jadi berpandangan tak perlu lagi menikah dan membentuk keluarga. Sebab, cukup suka sama suka," paparnya.

Akibatnya, bukan hanya pernikahan yang perlahan akan hilang dari budaya bangsa Indonesia. Menurut Imam, keluarga Indonesia pun lambat laun akan terperosok pada perceraian, hingga akhirnya rusaklah generasi bangsa di negeri ini. "Karena banyak anak lahir dalam kondisi orangtua yang bercerai, berantakan, dan tidak bertanggung jawab," tuturnya.

Terakhir, kata Imam, Pemuda Hidayatullah menitipkan harapan kepada pihak yang berkompeten dan bertanggung jawab, pendidikan harusnya didasarkan pada konstitusi yang tersedia. "Sebagaimana Pasal 31 ayat 3 UUD NRI Tahun 1945 bahwa pemerintah mestinya hadir mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UU," ujar Imam Nawawi.

Berita Terkait
  • Pemuda Hidayatullah Islamkan Pemuda Dayak di Malinau
  • Pemuda Hidayatullah Kirim Qurban ke Desa Terluar di Kaimana
  • BMH-Pemuda Hidayatullah Kirim Qurban ke Pedalaman Kaltara
Berita Lainnya
  • Total 10 Ribu Kematian Covid-19 dalam Waktu 6 Bulan Pandemi
  • Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Sangat tidak Relevan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya