0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

okezone
okezone - Thu, 09 Sep 2021 10:36
Dilihat: 56
Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

KABUL - Pasukan anti-Taliban di Afghanistan meminta komunitas internasional untuk tidak mengakui pemerintahan baru bentukan Taliban.

Kelompok pemberontak yang memerangi Taliban di Provinsi Pansjhir menyebut pemerintahan baru tersebut "ilegal".

Front Perlawanan Nasional (NRF) mengatakan pembentukan kabinet sementara Taliban "adalah pertanda jelas bahwa kelompok itu bermusuhan dengan rakyat Afghan".

Seperti diketahui, Taliban mengumumkan pemerintahan sementara seraya menyatakan negara itu sebagai "Emirat Islam".

Kabinet baru itu terdiri dari tokoh-tokoh senior Taliban, semuanya laki-laki, yang beberapa di antaranya terkenal karena melakukan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) dalam dua dekade terakhir.

(Baca juga: AS Prihatin Rekam Jejak Menteri di Kabinet Baru Taliban)

Pemerintahan interim akan dipimpin oleh Mullah Mohammad Hassan Akhund, salah satu pendiri Taliban, yang berada dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri dalam negerinya adalah pemimpin kelompok militan Haqqani yang dicari FBI, Sirajuddin Haqqani.

Pengumuman kabinet sementara ini adalah langkah kunci dalam pembentukan pemerintahan Taliban yang permanen. Kepemimpinan baru akan menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat, di antaranya menstabilkan ekonomi negara dan mendapatkan pengakuan internasional.

(Baca juga: Taliban Umumkan Susunan Kabinet Baru, Masih Bersifat Sementara)

Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan lebih dari tiga pekan lalu, setelah menggulingkan pemerintahan yang dipilih melalui pemilu.

Taliban bersikeras mereka telah mengalahkan NRF di Lembah Pansjhir sebelah utara Kabul, tapi para pemimpin NRF menegaskan mereka masih bertempur.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengaku prihatin dengan "afiliasi-afiliasi serta rekam jejak beberapa individu" dalam kabinet sementara Taliban.

Uni Eropa juga mengritik pemerintahan Taliban, yang disebut mengingkari janji untuk membentuk pemerintahan yang "inklusif dan representatif".

Pada Rabu (08/09), puluhan perempuan berdemonstrasi di Kabul dan Provinsi Badakshan, menentang pemerintahan tanpa keterwakilan perempuan.

Taliban membantah menggunakan kekerasan terhadap aksi demonstrasi itu. Taliban mengatakan para pendemo perlu izin untuk berpawai dan seharusnya tidak menggunakan bahasa yang kasar.


Taliban sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin membentuk pemerintahan yang inklusif. Namun semua menteri kabinet yang diumumkan pada Selasa (7/9) adalah pimpinan Taliban yang sudah mapan, dan tidak ada satu pun perempuan yang dilibatkan.

Sumber: okezone

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya