0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

okezone
okezone - Tue, 17 May 2022 07:05
Dilihat: 49
Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

Uskup agung Yerusalem, Senin 16 Mei, mengutuk pemukulan polisi terhadap para pelayat yang membawa peti mati jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh. Ia menuduh pihak berwenang melanggar HAM dan tidak menghormati Gereja Katolik.

Pierbattista Pizzaballa mengatakan kepada wartawan di Rumah Sakit St. Joseph di Yerusalem bahwa insiden yang terjadi pada Jumat, yang disiarkan ke seluruh dunia, adalah "penggunaan kekuatan yang tidak proporsional" kepada ribuan orang Palestina yang mengibarkan bendera dari rumah sakit ke gereja Katolik terdekat di kawasan Kota Tua di Yerusalem.

Serangan itu memicu kecaman di berbagai penjuru dunia dan menambah keterkejutan dan kemarahan atas tewasnya Abu Akleh sewaktu ia meliput baku tembak di Tepi Barat.

Serangan polisi itu, kata Pizzaballa kepada wartawan, "merupakan pelanggaran berat terhadap norma dan peraturan internasional, termasuk HAM untuk kebebasan beragama, yang harus diperhatikan juga di ruang publik." Ia mengatakan hal tersebut sewaktu para pemimpin dan pendeta dari gereja-gereja Kristen lainnya duduk di dekatnya.

Belum ada tanggapan dari Israel terkait pernyataan Pizzaballa tersebut.

Israel dan Palestina terlibat perang narasi soal tewasnya Abu Akleh. Reporter itu -- seorang Palestina-Amerika yang beragama Katolik - tewas tertembak, Rabu pekan lalu, saat meliput serangan militer Israel di kamp pengungsi Jenin. Perempuan yang telah berpengalaman sebagai wartawan selama 25 tahun itu mengenakan rompi biru yang ditandai dengan tulisan Pers'' saat insiden itu terjadi.

Abu Akleh terkenal di dunia Arab, karena sering mendokumentasikan kesulitan hidup orang-orang Palestina di bawah kekuasaan Israel.

Sejumlah pejabat dan saksi Palestina, termasuk wartawan yang bersamanya, mengatakan ia tewas akibat tembakan tentara. Militer Israel pada awalnya mengatakan bahwa orang-orang bersenjata Palestina kemungkinan bertanggung jawab atas kematiannya, namun kemudian mengubah pernyataannya. Militer Israel kini mengatakan, tidak jelas siapa yang menembakkan peluru mematikan itu.


Setelah kegemparan internasional atas kekerasan pada prosesi pemakaman, polisi Israel meluncurkan penyelidikan atas perilaku petugas yang menyerang para pelayat, dan menyebabkan pengusung jenazah hampir menjatuhkan peti matinya.

Sumber: okezone

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Diwarnai Bentrok, Uskup Agung Yerusalem Mengutuk

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya