0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

okezone
okezone - Tue, 19 Nov 2019 21:52
Dilihat: 34

YERUSALEM - Palestinia mengecam keputusan Amerika Serikat terkait permukiman Yahudi di daerah yang diduduki di Tepi Barat sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

Ketua juru runding Palestina Saeb Erekat mengatakan langkah itu mengancam keamanan karena mengganti hukum internasional menjadi "hukum rimba."

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji langkah AS dengan mengatakaan tindakan itu "meluruskan sejarah yang salah."

PBB menganggap permukiman Yahudi di daerah pendudukan sebagai ilegal di bawah hukum internasional.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington tidak lagi memandang pemukiman Israel di Tepi Barat sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan status Tepi Barat perlu dinegosiasikan oleh Israel dan Palestina.

Kejahatan perang

Pemerintah Israel menyambut baik perubahan kebijakan AS tersebut, yang berbeda dengan sikap presiden terdahulu, Barack Obama.

Baca juga: Netanyahu Sebut Israel Akan Memulai Perang di Gaza

Baca juga: Netanyahu Ingin Caplok Tepi Barat, Sekjen PBB: Bisa Hancurkan Perdamaian Regional

Palestina telah lama menyerukan dipindahkannya permukiman tempat sekitar 600.000 orang Yahudi tinggal.

Lahan itu menurut Palestina akan digunakan untuk negara independen di masa depan dan permukiman Yahudi akan membuat rencana mereka tidak memungkinkan.

"Permukiman kolonial Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, bukan hanya ilegal berdasarkan hukum internasional, namun kejahatan perang," kata Erekat melansir BBC, Selasa (19/11/2019).

"Begitu pemerintahan Trump memutuskan untuk tidak mengindahkan hukum internasional...ini merupakan ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan internasional," tambahnya.

Langkah AS ini dianggap sebagai kemenangan bagi PM Israel Netanyahu yang bertekad menerapkan kedaulatan Israel di semua permukiman termasuk Lembah Yordania dan bagian utara Laut Mati.

Permukiman di Tepi Barat didirikan oleh Israel di tanah yang didudukinya dalam perang Timur Tengah pada 1967 silam.

Daerah itu telah lama menjadi sumber perselisihan antara Israel, komunitas internasional, dan Palestina.

"Setelah mempelajari semua sisi dari debat hukum secara saksama, Amerika Serikat telah menyimpulkan pendirian pemukiman sipil Israel di Tepi Barat, pada dasarnya, tidak inkonsisten dengan hukum internasional," kata Pompeo kepada wartawan.


"Menyebut permukiman sipil (yang dibuat Israel) melanggar hukum internasional tidak berhasil. Itu tidak mewujudkan perdamaian," tambahnya.

Sumber: okezone

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Pelestina Kecam Keputusan AS Terkait Permukiman Yahudi di Tepi Barat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya