0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

inipasti
inipasti - Sat, 14 Sep 2019 07:48
Dilihat: 33
Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau.

Status indeks standar pencemaran udara (ISPU) bahkan menunjukkan kategori sangat tidak sehat.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa yang dihirup masyarakat bukan lagi oksigen, melainkan asap karhutla.

Beberapa hari ini kabutnya tebal banget, yg kami hirup itu asap bukan oksigen lagi, aku minta doa semoga kota kami membaik, kami semua butuh udara segar," tulis salah seorang warganet.

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Riau per tgl (1 s/d 11 September 2019), jumlah warga terserang ISPA sebanyak 9.931 orang.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Pemprov Riau meningkatkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi darurat asap. Saat ini status hanya siaga.

"Gubernur Riau sekarang harus segera tingkatkan status darurat asap. Dengan demikian, pemerintah akan membangun posko tempat pengungsian warga dari bencana asap.

Jika tidak ditingkatkan, maka kita seperti ini terus. Tak ada yang peduli rakyat sudah sesak napas karena asap," kata Direktur Walhi Riau, Made Ali kepada wartawan Jumat (13/9/2019).

Made menyebutkan, saat ini, dengan status siaga karhutla, Pemprov Riau terkesan membiarkan apa yang terjadi tanpa ada penanggulangan bencana asap ke rakyatnya.

Karena itu, dia mendesak Pemprov Riau untuk segera meningkatkan status tersebut.

"Kalau status sudah darurat, maka rakyat yang terpapar asap harus dievaluasi. Harus ada solusinya cepat, bukan seperti sekarang ini soal asap dianggap sepele dan tak ada kepedulian Pemprov Riau terhadap masyarakat," kata Made Ali.

"Kami putuskan ke Jakarta karena gak tahan asapnya (Pekanbaru)," kata seorang warga, Sylviawati (27) ketika ditemui di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Jumat (13/9/2019).

Ia mengatakan kualitas udara sudah sangat buruk akibat kabut asap. Selain bau asap menyengat menyesakkan pernafasan, penampilan Kota Pekanbaru juga tidak lagi cerah melainkan menguning karena asap makin pekat.

Dia dan suaminya memutuskan meninggalkan Pekanbaru karena mempertimbangkan kesehatan dua anak mereka yang masih kecil-kecil.

"Mungkin di Jakarta sekitar 10 hari, lagi pula anak sekolah juga sudah diliburkan," katanya.

Selain mengungsi ke Jakarta, warga Pekanbaru juga ada yang memilih pergi ke Provinsi Sumatera Barat.

Seorang warga Irfan (36), mengatakan mengungsikan istri dan dua anaknya ke Kota Payakumbuh.

"Saya sudah telepon keluarga di Payakumbuh, di sana matahari masih bersinar terang dan langit masih biru," katanya.

Ia mengatakan ke Payakumbuh tidak butuh biaya besar karena bisa ditempuh lewat jalan darat.

Keputusan mengungsi dinilainya yang terbaik karena asap makin pekat dan terasa sampai ke dalam ruangan.

"Istri saya mengeluh matanya masih perih karena asap yang masuk ke ruangan kerjanya, padahal sudah tertutup jendela dan pakai AC.

Kasihan dia kerja harus pakai masker, akhirnya memutuskan izin cuti," katanya.

Kualitas udara di sebagian Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau dalam kategori berbahaya akibat polusi kabut asap Karhutla.

Hingga sekitar pukul 15.00 WIB Jumat sore, asap masih terlihat pekat menyelimuti Pekanbaru.

Kondisi paling parah terjadi pada pagi hari karena jarak pandang di Pekanbaru turun drastis hingga tinggal 300 meter.

Hal ini sempat membuat sejumlah warga Kota Pekanbaru heboh karena asap yang pekat membuat Jembatan Siak IV tidak terlihat dari pandangan mata.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB terpantau ada 1.319 titik panas (hotspot) yang jadi indikasi awak siaga karhutla di Pulau Sumatera.

Titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yakni 537 titik, kemudian Jambi 440 titik, dan Riau sendiri ada 239 titik panas.

Khusus di Riau, titik panas paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ada 127 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 31 titik, Pelalawan 30 titik, Rokan Hilir (Rohil) 18 titik, Kuansing dan Kampar masing-masing 11 titik, Bengkalis 7 titik, Siak 3 titik dan Kota Dumai ada satu titik.

Asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari karhutla di daerah bagian selatan dan juga asap kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumsel. (bs/syakhruddin)


The post Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu appeared first on Inipasti.com.

Sumber: inipasti

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

Pekanbaru darurat asap, penerbangan terganggu

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya