0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 19 Aug 2019 16:14
Dilihat: 16
Jakarta

Huawei berencana membuka tiga pusat penelitian dan pengembangan (R&D) baru di Rusia dan mempekerjakan 500 orang pada akhir tahun ini, menurut laporan portal berita lokal, Sina Tech.

Perusahaan itu belum mengungkapkan rincian dari pusat penelitian yang akan dibangun, baik dari segi lokasi maupun bidang kerja sama yang menjadi fokusnya di sana.

"Perusahaan berencana melipatgandakan jumlah karyawan dari target 500 orang tahun ini, menjadi 1.500 orang pada akhir 2024," begitu bunyi laporan tersebut, seperti dilansir dari KrAsia (19/8/2019).

Hal itu akan menjadikan Rusia sebagai salah satu pangkalan R&D luar negeri terbesar bagi perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut.

Baca Juga: AS Tak Ingin Berbisnis dengan Huawei? Ini Kata Trump....

"Huawei kerap kekurangan personel berkualifikasi dan Rusia dipercaya dapat menjadi cadangan spesialis di bidang peralatan telekomunikasi dan elektronik konsumen," kata Direktur Institut Pemprograman Sistem, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Arutyun Avetisyan kepada media lokal PDA.

Sebelumnya, raksasa telekomunikasi itu sudah memiliki pusat penelitian di Rusia. R&D pertama dibangun di Moskow dan St Petersburg pada 2017 dengan fokus penelitian model matematika untuk teknologi komunikasi.

Huawei telah menunjukkan peningkatan dalam kerja sama dengan Rusia, setelah masuk ke dalam daftar hitam Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Mei lalu.

Pada Juni 2019, Huawei menghabiskan US$50 juta (sekitar Rp711,5 miliar) untuk membeli teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan oleh startup Vocord dari Moskow. Pada bulan yang sama, perusahaan menandatangani perjanjian dengan penyedia jaringan seluler terbesar di Rusia, MTS guna membantu mengembangkan teknologi 5G.

Kemudian, menanggapi penangguhan sistem operasi Google atas beberapa fungsinya pada perangkat Huawei, perusahaan berpotensi menggantikan Android Google dengan sistem operasi Rusia, Aurora.

Baca Juga: AS Menekan, Huawei Lahirkan Layanan Peta Tandingan

Sejak saat itu, Huawei juga meluncurkan sistem operasi Harmony untuk digunakan pada perangkat pintar perusahaan, seperti TV, wearable devices, dan pengeras suara.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, sering memuji bakat para ilmuwan dan ahli matematika Rusia. Dalam wawancara dengan media Tiongkok, Ren berbicara tentang lulusan Rusia yang berbakat dan kebutuhan Huawei untuk menarik bakat-bakat itu.

Sementara pada Juli lalu, Huawei dikabarkan akan memberhentikan ratusan karyawan di pusat penelitian Futurewei yang berada di AS, menurut narasumber kepada Wall Street Journal.

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti


Foto: Reuters/Chris Wattie

Sumber: wartaekonomi

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

Pecat Ratusan Karyawan R&D AS, Kini Huawei Mau Bangun 3 R&D di Rusia?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya